Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TAHANAN KABUR: Petugas Rutan Sialang Bungkuk Kerap Peras Napi

Usai mengunjungi rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Menkumham Yasonna Laoly memaparkan hasil temuannya kepada media.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 07 Mei 2017  |  17:51 WIB
Tahanan yang berhasil ditangkap menatap keluar jendela di Rutan Sialang Bungkuk Kelas 2B Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5). - Antara/Rony Muharrman
Tahanan yang berhasil ditangkap menatap keluar jendela di Rutan Sialang Bungkuk Kelas 2B Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5). - Antara/Rony Muharrman

Kabar24.com, PEKANBARU -- Usai mengunjungi rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Menkumham Yasonna Laoly memaparkan hasil temuannya kepada media.

Yasonna mengatakan dari hasil temuannya saat mengunjungi rutan, penghuni dan tahanan mengeluhkan adanya oknum petugas yang kerap melakukan pungli.

"Ada pemerasan yang dilakukan oknum petugas. Tahanan sengaja dibiarkan di ruangan padat berdesakan untuk diperas. Saya minta masalah ini untuk diambil langkah penyelidikan secara pidana," katanya kepada wartawan, Minggu (7/5/2017).

Dia menjelaskan para tahanan sengaja diletakkan di sel secara beramai-ramai. hingga berdesakan. Bagi yang mau membayar, akan diberikan ruang sel yang lebih lapang.

Karena masalah inilah diduga menjadi beberapa penyebab terjadinya unjuk rasa yang dilakukan penghuni rutan pada Jumat (5/5/2017) lalu yang berujung pada kaburnya ratusan penghuni rutan tersebut.

Adapun menurut data Polda Riau jumlah tahanan yang kabur dari rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru sebanyak 448 orang. Hingga saat ini petugas berhasil menangkap kembali total 275 tahanan. Sisanya masih dilakukan pengejaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rutan napi kabur
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top