Tolak Kenaikan Listrik, Ribuan Buruh Siap Unjuk Rasa di Kota-kota Besar

Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan elemen lainnya bersiap melakukan unjuk rasa pada Rabu (10/5/2017) mendatang di DPR RI untuk menolak kenaikan harga listrik.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 06 Mei 2017  |  12:56 WIB
Tolak Kenaikan Listrik, Ribuan Buruh Siap Unjuk Rasa di Kota-kota Besar
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan elemen lainnya bersiap melakukan unjuk rasa pada Rabu (10/5/2017) mendatang di DPR RI untuk menolak kenaikan tarif listrik bersubsidi. 

Presiden KSPI yang juga Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal mengatakan kenaikan tersebut membuat beban hidup di masyarakat makin bertambah.

Menurutnya, kebijakan Pemerintah menaikkan tarif dasar listrik golongan 900 Va menyebabkan daya beli buruh turun 20%. Pasalnya, salah satu dari 60 item kebutuhan hidup layak adalah item harga listrik 900 Va tersebut.

"Bayangkan, kenaikan upah minimum dalam satu tahun hanya sekali, tapi kenaikan TDL 900 Va dan harga-harga kebutuhan pokok lain terjadi beberapa kali dalam satu tahun. Itu pun besarnya kenaikan upah minimum hanya seharga satu kebab di Eropa," katanya melalui keterangan resmi, Sabtu (6/5/2017).

Oleh karena itu, KSPI mendesak Presiden Jokowi menggunakan kewenangannya untuk membatalkan kenaikan harga tarif dasar listrik, diiringi menambah jumlah pasokan BBM jenis premium.

Selain itu, KSPI juga mendesak dibentuk tim audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap PT PLN (Persero) yang mengklaim selalu merugi. KSPI juga mendesak DPR RI untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) listrik dengan menggunakan hak angket untuk memanggil Presiden guna menanyakan kebijakan kenaikan TDL yang memberatkan buruh dan rakyat kecil.

"Selain di Jakarta, aksi ini juga serentak dilakukan di beberapa kota besar seperti Bandung, Surabaya, Medan, Batam, dan kota-kota lainnya," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
buruh, tarif listrik, harga listrik

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top