Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arab Saudi Tahan 46 Anggota Serangan Bom di Madinah

Arab Saudi pada Minggu (30/4/2017) mengatakan telah menahan 46 anggota sel pelaku kejahatan yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri mematikan di Masjid Nabawi, kota suci Madinah tahun lalu yang ditenggarai dilakukan oleh kelompok IS.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Mei 2017  |  19:40 WIB
Arab Saudi Tahan 46 Anggota Serangan Bom di Madinah
Masjid Nabawi, kota suci Madinah - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, DUBAI -  Arab Saudi pada Minggu (30/4/2017) mengatakan telah menahan 46 anggota sel pelaku kejahatan yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri mematikan di Masjid Nabawi, kota suci Madinah tahun lalu yang ditenggarai dilakukan oleh kelompok IS.

Para tersangka, yang terdiri atas warga negara asing dan warga Saudi, ditahan di pelabuhan kota sebelah barat Jeddah, menurut kantor berita SPA mengutip kementerian dalam negeri.

Tiga pelaku bom bunuh diri dan dua anggota pasukan keamanan tewas dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di masjid dan makam Nabi Muhammad, yang merupakan salah satu situs agama tersuci.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan juga tidak ada pernyataan resmi dari kementerian dalam negeri yang menyalahkan kelompok tertentu.

Kelompok IS, yang berbasis di Irak dan Suriah, telah melakukan serangkaian aksi serangan bom dan penembakan di Arab Saudi sejak pertengahan 2014 membunuh sejumlah orang, kebanyakan dari para korban kejahatan mereka adalah kaum Muslim Syiah yang merupakan minoritas di negara itu dan para petugas keamanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masjid nabawi madinah

Sumber : ANATAR/Reuters

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top