Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Dua Tahun, Apa Kabar Kasus Akseyna?

Minggu, 26 Maret 2017 nanti tepat dua tahun sejak meninggalnya Akseyna Ahad Dori yang ditemukan mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia, Depok.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 24 Maret 2017  |  18:37 WIB
Almarhum Akseyna (kanan) saat masih SMA/facebook - yus
Almarhum Akseyna (kanan) saat masih SMA/facebook - yus

Kabar24.com, JAKARTA-- Minggu, 26 Maret 2017 nanti tepat dua tahun sejak meninggalnya Akseyna Ahad Dori yang ditemukan mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia, Depok.

Namun, hingga kini, setelah dua tahun berlalu, polisi masih belum bisa menemukan siapa pelaku di balik pembunuhan Akseyna yang sempat diduga melakukan tindak bunuh diri.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F. Kurniawan menyebutkan hingga sekarang pihaknya masih belum bisa menentukan apapun terkait pelaku kasus ini akibat kurangnya bukti.

"Penyidik kan membangun pengungkapan perkara dari beberapa asumsi [seperti] asumsi pelaku, asumsi modus operandi, dan asumsi waktu dan sebagainya. Dari asumsi itu, kita kuatkan dengan alat-alat bukti untuk mendukung pembuktian. Sampai dengan sekarang, asumsi yang kita bangun ini tidak sepenuhnya dicukupi dengan alat bukti tadi. Itu yang tidak bisa kita jelaskan secara gamblang karena masih proses investigasi," jelasnya, Jumat (24/3/2017).

Menurut Hendy, terdapat beberapa hal di lapangan yang mempersulit pihaknya dalam pengungkapan kasus ini, khususnya terkait penemuan alat bukti yang cukup untuk menentukan dan menjerat pelaku seperti pemeriksaansakais yang sudah cukup lama, serta TKP yang sudah tidak lagi kondusif.

Untuk itu, katanya, pihaknya pun berusaha dengan cara melakukan Investigasi saintifik yang mengarah kepada terduga pelaku.

Selain itu, pihaknya juga telah meminta ahi untuk menganalisa tulisan yang terdapat dalam surat yang ditemukan di kamar Akseyna. Menurutnya, ahli telah menyimpulkan bahwa ada penulis berbeda yang mebuat surat tersebut.

"Memang kesimpulan ahli itu ada dua penulis di situ, Ada dua penulis berbeda tetapi berbedanya ini siapa kan kita harus cari pembanding. Nah, ini yang kita harus intens untuk mencari pembanding siapa penulis yang memodifikasi tulisan tersebut," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas indonesia polda metro jaya Akseyna Ahmad Dori
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top