Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rombongan Workshop Pengelolaan Media Kerja Sama Selatan-Selatan Kunjungi Bisnis Indonesia

Bisnis Indonesia menerima kunjungan rombongan Workshop Pengelolaan Media dan Promosi Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia, hari ini, Rabu (22/3/2017).
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 22 Maret 2017  |  10:36 WIB
Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral, Kementerian Luar Negeri  Fikry Cassidy (kiri) tengah memaparkan programnya dari kerja sama selatan-selatan dalam kunjungnya ke Redaksi Bisnis Indonesia, Rabu (22 - 3).
Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral, Kementerian Luar Negeri Fikry Cassidy (kiri) tengah memaparkan programnya dari kerja sama selatan-selatan dalam kunjungnya ke Redaksi Bisnis Indonesia, Rabu (22 - 3).

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis Indonesia menerima kunjungan rombongan Workshop Pengelolaan Media dan Promosi Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia, hari ini, Rabu (22/3/2017).

Kunjungan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dalam menjalin relasi dengan media kepada peserta workshop.

Workshop Pengelolaan Media dan Promosi Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia merupakan hasil kerja sama antara Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency, dan Asia PR.

Media visit ini dihadiri oleh 40 peserta workshop dan didampingi oleh Fikry Cassidy, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral, Kementerian Luar Negeri beserta Michiko Umezaki, Chief Advisor CADEP-SSTC JICA.

Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral, Kementerian Luar Negeri Fikry Cassidy mengatakan Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) telah berlangsung sejak 1999 dan telah menggandeng 90 negara.

"Dari 1999-2015 sudah ada 501 program dalam kerangka KSS melibati 6.000 partisipan dari berbagai negara seperti Palestina, Papua Nugini, Fiji, dan Negara-negara di Afrika," ucapnya

Lebih lanjut dia menjelaskan KSS dibentuk atas semangat untuk dapat berkembang dan mandiri bersama-sama melalui berbagai kesepakatan yang saling menguntungkan. "Adapun manfaat yang ingin dicapain ialah dari segi politis, ekonomi, dan sosial budaya."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis indonesia
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top