Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Stasiun Rudal Rusia di Kaliningrad Diprotes Jerman

Keputusan Rusia untuk membangun secara permanen stasiun rudal Iskander di Kaliningrad,sebuah kawasan di Laut Baltik, akan menandai kemunduran bagi keamanan Eropa, Menteri luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan kepada kantor berita Rusia, Interfax pada senin.
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin./Reuters
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin./Reuters

Bisnis.com, BERLIN -  Keputusan Rusia untuk membangun secara permanen stasiun rudal Iskander di Kaliningrad,sebuah kawasan di Laut Baltik, akan menandai kemunduran bagi keamanan Eropa, Menteri luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan kepada kantor berita Rusia, Interfax pada senin.

Rusia mengatakan pada Oktober bahwa mereka telah memindahkan balistik berkemampuan rudal nuklir di Kaliningrad dan mengerahkan sistem rudal udara S-400 sebagai pertahanan di sana. Pengerahan itu merupakan bagian dari rutinitas latihan, tetapi para pejabat militer barat khawatir bahwa hal itu akan menjadi permanen.

"Jika rudal Iskander ditempatkan di Kaliningrad secara permanen, akan menjadi penyebab keprihatinan besar dan pukulan untuk keamanan Eropa," kata Gabriel.

"Itulah sebabnya kami memantau apa yang terjadi di Kaliningrad dengan sangat hati-hati." Gabriel pergi ke Moskow pada Rabu setelah pertemuan dengan mitra polandia di Warsawa.

Beberapa modifikasi dari rudal Iskander-M mampu menjangkau target 700 km (450 mil), sehingga menempatkan ibukota Jerman Berlin dalam jangkauan Kaliningrad.

Lithuania, yang berbatasan dengan Kaliningrad, pada Januari mengatakan bahwa mereka berencana untuk membangun pagar kawat setinggi dua meter di sepanjang perbatasan, untuk menanggapi kekhawatiran atas sikap Rusia.

Gabriel mengunjungi Lithuania pekan lalu, dan bersumpah untuk menjaga pasukannya di wilayah tersebut selama dibutuhkan.

Dalam wawancara dengan Interfax, Gabriel menolak kritik Rusia tentang penyebaran 4.000 tentara NATO ke Polandia dan negara-negara Baltik, termasuk 400 tentara jerman di Lithuania.

"Jerman dan negara-negara NATO bukanlah yang pertama pergi ke daerah Baltik ," katanya, ia menambahkan bahwa jumlah pasukan Jerman wilayah itu sangat kecil dibandingkan pihak Rusia secara masif.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Reuters/Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper