Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Potensi Bencana Cukup Besar, Sumut Dapat Helikopter dari Basarnas

Sumatra Utara tercatat sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan potensi bencana alam yang cukup besar.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 10 Januari 2017  |  18:33 WIB
Helikopter AW101 - Ilustrasi/agustawestland.com
Helikopter AW101 - Ilustrasi/agustawestland.com

Kabar24.com, MEDAN - Sumatra Utara tercatat sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan potensi bencana alam yang cukup besar.

Oleh karena itu, Pemrov Sumut menandatangani nota kesepahaman dengan Badan SAR Nasional untuk operasional satu unit helikopter, Selasa (10/1/2017) .

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Kepala Basarnas Marsekal Madya F. Henry Bambang Soelistyo di Pangkalan Udara Lanud Suwondo.

Erry menjelaskan berdasarkan lokasi geografis, geologi dan demografi, Sumut termasuk kategori rawan bencana. Dia menyebutkan bahkan pada 2015, berdasarkan Indeks Risiko Bencana, Sumut termasuk kategori tinggi sehingga memerlukan investigasi, dan kesiapan, salah satunya dengan tindakan cepat, terkoordinasi dan terpadu.

Keberadaan helikopter ini, katanya, akan mendukung kapasitas dan kompetensi pemprov dalan pencarian dan pertolongan korban bencana.

"Sumut ini rawan gempa bumi, erupsi gunung api, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan. Namun, kami juga meminta pemkab/pemkot meningkatkan kewaspadaan terutama untuk potensi banjir dan longsor paling tidak sampai Februari 2017 karena cuaca ekstrem,” ucap Erry.

Soelistyo menambahkan operasional satu helikopter di Sumut ini juga merupakan peningkatan komitmen pihaknya agar bisa segera membantu bencana. Tak hanya di Sumut, helikopter ini juga dapat digunakan untuk membantu provinsi lainnya yakni Aceh, Sumbar, Riau dan Jambi.

“Dengan adanya pembagian wilayah, setidaknya butuh 15 helikopter untuk mendukung kinerja. Saat ini baru ada lima unit dan akan ditambah bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran. Penempatan helikopter di Medan mudah-mudahan bisa meng-cover provinsi yang tadi saya sebutkan,” kata Soelistyo.

Adapun, spesifikasi helikopter tersebut yakni AW 139 Agusta Westland produksi Italia pada 2015. Jam terbangnya mencapai 200 jam. Helikopter ini berkapasitas 13 orang dengan kapasitas muatan barang 2.778 kg untuk evakuasi korban. Helikopter ini diletakkan di posko khusus di hangan Lanud Suwondo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana basarnas sumut
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top