Lingkar Temu Lestari Gagas Kolaborasi Pengelolaan Wilayah Berkelanjutan

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan jejaring mitra terkait, perwakilan kabupaten/kota dalam Lingkar Temu Lestari menggelar Forum Komunikasi Nasional pertama yang dihadiri sejumlah kabupaten/kota.
Newswire | 21 Desember 2016 14:03 WIB
Ilustrasi Hutan Mangrove - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan jejaring mitra terkait, perwakilan kabupaten/kota dalam Lingkar Temu Lestari menggelar Forum Komunikasi Nasional pertama yang dihadiri sejumlah kabupaten/kota.

Sejumlah kabupaten/kota itu antara lain Sintang, Labuan Batu Utara, Musi Banyuasin, Sanggau, Rokan Hulu, Siak, Batanghari, dan Sigi.

“Forum ini bertujuan untuk memfasilitasi inisiatif kabupaten/kota untuk mendorong percepatan pengelolaan wilayah berkelanjutan. Dalam forum komunikasi pertama ini telah disepakati beberapa prinsip dasar Lingkar Temu Lestari, yaitu kolaborasi, dampak nyata, dan keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” jelas Direktur Sekretariat Lingkar Temu Lestari, Gita Syahrani dalam keterangan resmi, Rabu (21/12).

Lingkar Temu Lestari merupakan kemitraan yang berbasis keanggotaan kabupaten/kota yang didukung oleh pemangku kepentingan sebagai mitra untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah secara berkelanjutan, serta mengedepankan peranan kabupaten/kota untuk pembangunan daerah yang lestari yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Berdasarkan kebutuhan dan program kabupaten, terdapat 10 program prioritas yang akan dikolaborasikan, yakni pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut, pengumpulan dan pengelolaan data strategis, peningkatan kapasitas pekebun kecil swadaya (sawit dan karet), perhutanan sosial & non-timber forest product (NTFP), mekanisme fiskal & pengembangkan insentif, resolusi konflik, konservasi & restorasi, energi & ketenagalistrikan, penguatan kapasitas desa, dan akses pendanaan untuk program prioritas kabupaten.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan Lingkar Temu Lestari punya potensi besar untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa, khususnya di sektor pengembangan ekonomi dan energi bersih mengingat rasio elektrifikasi Kabupaten Sintang yang baru 36%. Kolaborasi juga perlu ditekankan pada usaha intensifikasi dan hilirisasi komoditas agar masyarakat merasakan langsung manfaatnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Labuan Batu Utara, Dwi Prantara, bahwa kerja sama yang digagas dalam forum komunikasi tersebut harus memberikan dampak bagi kabupaten/kota sesuai dengan konteks daerah.  “Ke depan bisa didorong untuk mengimplementasikan kebijakan nasional, utamanya untuk sektor strategis, serta bagaimana caranya tetap membangun ekonomi daerah dengan dampak nyata untuk masyarakat tanpa merusak fungsi lingkungan” katanya.

Apkasi sebagai organisasi yang membawahi 416 kabupaten di seluruh Indonesia sangat mengapresiasi dan mendukung penuh sinergi dengan Lingkar Temu Lestari untuk mendukung pembangunan berkelanjutan termasuk upaya di tingkat nasional terkait regulasi, tata niaga, kelembagaan dan implementasi program sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusung Indonesia.




Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apkasi

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top