Pelaku Penabrakan Truk di Berlin Bebas, Otoritas Salah Tangkap

Siapa pelaku penabrakan truk yang menewaskan 12 orang di pasar malam Natal di Berlin, Selasa (20/12/2016)? Ternyata tidak mudah. Polisi Jerman sekalipun. Pria pencari suaka asal Pakistan yang sebelumnya diduga sebagai pelaku, ternyata bukan. Bahkan, otoritas Jerman kemarin harus melepaskan pria itu.
Martin Sihombing | 21 Desember 2016 17:27 WIB
Suasana lokasi kejadian saat sebuah truk menyeruduk kerumunan orang di Pasar Natal di Berlin barat. - Reuters/Pawel Kopczynski

Bisnis.com, BERLIN - Siapa pelaku penabrakan truk yang menewaskan 12 orang di pasar malam Natal di Berlin, Selasa (20/12/2016)? Ternyata tidak mudah. Polisi Jerman sekalipun. Pria pencari suaka asal Pakistan yang sebelumnya diduga sebagai pelaku, ternyata bukan. Bahkan, otoritas Jerman kemarin harus melepaskan pria itu.

Kepolisian Jerman menangkap seorang pria asal Pakistan yang berada di Jerman untuk memperoleh suaka. Namun, pria itu kemudian dibebaskan karena terbukti tidak terlibat.

"Kami menangkap orang yang salah. Ada perkembangan situasi baru. Pelaku masih bersenjata dan bisa melakukan serangan besar baru," kata seorang sumber dari kepolisian kepada surat kabar Die Welt.

Hasil gambar untuk Truck, Berlin, Reuters

Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa pelaku sebenarnya masih bebas berkeliaran.

Berita penangkapan seorang pencari suaka sempat memicu tuntutan bagi pemerintah untuk memperketat sistem imigrasi mereka. Namun Kanselir Angela Merkel meminta warga untuk tidak gegabah mengambil kesimpulan.

"Saya memahami bagaimana beratnya beban moral kita jika orang yang melakukannya adalah pencari suaka yang meminta perlindungan," kata dia.


Pada Senin malam waktu setempat, satu truk menabrak beberapa tenda pasar di depan gereja memorial Kaiser Wilhelm, salah satu fasilitas umum paling terkenal di Berlin. Selain korban tewas, 48 orang juga terluka.

Kelompok bersenjata ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengklaim pelaku adalah "tentara" ISIS.

"Dia menjalankan operasi ini demi memenuhi seruan kami untuk membunuh warga negara yang turut dalam koalisi internasional [yang menyerang ISIS di Suriah]," kata AMAQ yang merupakan media milik ISIS.

Hasil gambar untuk Truck, Berlin, Reuters

Namun, Kementerian Dalam Negeri Jerman masih menyelidiki klaim tersebut.

"Kami mendengar pengakuan tanggung jawab dari ISIS yang merupakan kelompok teroris. Masih ada beberapa petunjuk yang tengah kami selidiki," kata Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere.

Truk yang digunakan pelaku terdaftar milik sebuah perusahaan pengiriman dari Polandia. Pengemudi dalam truk itu tewas ditembak di tempat.

De Maiziere sendiri menegaskan bahwa peristiwa di Berlin adalah serangan teror. Namun dia belum mengetahui motifnya. Dia juga belum mengetahui apakah ada warga negara asing yang menjadi korban.

Kanselir Angela Merkel meminta warga untuk tidak gegabah mengambil kesimpulan. "Saya memahami bagaimana beratnya beban moral kita jika orang yang melakukannya adalah pencari suaka yang meminta perlindungan," kata dia.

Merkel pada Selasa (20/12/2016) malam menghadiri acara yang untuk para korban di dekat tempat kejadian perkara. Juru bicara Merkel mengatakan  pihaknya telah dihubungi pemimpin tujuh negara Eropa lain dan juga Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, untuk menyatakan bela sungkawa.

Sejumlah pejabat keamanan Jerman telah mengingatkan bahwa pasar malam menjelang Natal berpotensi menjadi target serangan terorisme.

Di pasar malam Berlin, tidak ada barikade yang melindungi tempat itu sebagaimana terlihat dalam pasar serupa di Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
berlin

Sumber : REUTERS
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top