Kementerian ESDM Laksanakan Pemulihan Dampak Gempabumi Pidie Jaya

Pasca peristiwa gempa bumi 6,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (7/12) lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan Tim Tanggap Darurat (TTD) dari Badan Geologi, Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batubara (Minerba), Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas), dan Ditjen Ketenagalistrikan (Gatrik) guna mengupayakan pemulihan dampak gempabumi tersebut.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 21 Desember 2016  |  05:25 WIB

JAKARTA--Pasca peristiwa gempa bumi 6,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (7/12) lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan Tim Tanggap Darurat (TTD) dari Badan Geologi, Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batubara (Minerba), Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas), dan Ditjen Ketenagalistrikan (Gatrik) guna mengupayakan pemulihan dampak gempabumi tersebut.

“Hingga hari ini, Selasa (20/12), Kementerian ESDM sudah melaksanakan upaya pemulihan dampak gempabumi Pidie Jaya, baik dari aspek geologi, tanggap darurat (oleh Ditjen Minerba), kemigasan, dan ketenagalistrikan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Teguh Pamuji dalam rilisnya hari ini.

TTD Kementerian ESDM, yang dipimpin oleh Kepala Badan Geologi Ego Syahrial telah bertugas sejak Kamis (8/12) lalu hingga keadaan darurat dinyatakan selesai oleh Pemerintah. Dari aspek geologi, TTD Kementerian ESDM bertugas untuk melakukan pemeriksaan, penelitian, dan pemetaan daerah terdampak. Hasil dari kegiatan tersebut digunakan sebagai dasar rekomendasi teknis untuk penanganan pasca bencana, khususnya terkait dengan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, serta upaya untuk meningkatkan mitigasi.

Ego memaparkan, hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa kejadian gempabumi Pidie Jaya diakibatkan oleh pergerakan sesar aktif. Selain itu, lanjut Ego, kerusakan tersebar di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun. “Bencana terparah terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, sehingga kejadian gempabumi ini disebut gempabumi Pidie Jaya,” ujar Ego. Akibat gempa bumi tersebut, terjadi retakan tanah yang mengakibatkan kerusakan jalan dan bangunan dan likuifaksi yang mengakibatkan berkurangnya daya dukung tanah yang mengakibatkan cairan di dalam tanah muncul ke permukaan.

Tim air tanah dari Badan Geologi, papar Ego, telah melakukan bantuan air bersih sebanyak 13 unit, yakni 12 unit pengeboran air tanah dangkal dan 1 unit optimalisasi sumur gali. 13 unit air bersih tersebut telah dapat dimanfaatkan oleh 16.262 pengungsi di 13 desa di Kabupaten Pidie Jaya.

“Tim Badan Geologi telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Pemerintah Provinsi NAD terkait instalasi dan pengeboran air tanah tersebut. Tim juga melakukan survei tambahan untuk penambahan 3 sumur bor di Desa Plantok Teunon, Desa Tampo, dan Desa Mee Teudeuk,” jelas Ego.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa bumi, Gempa Aceh

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top