Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gempa Kuat di Jepang Diduga Sempat Ganggu Pendingin Nuklir

Selain memicu tsunami kecil, gempa kuat yang menyerang bagian utara Jepang dikabarkan sempat menganggu fungsi pendingin pembangkit nuklir di tempat tersebut.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 22 November 2016  |  13:46 WIB
Gempa Kuat di Jepang Diduga Sempat Ganggu Pendingin Nuklir
Reaktor nuklir Fukushima - Ilustrasi
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Selain memicu tsunami kecil, gempa kuat yang menyerang bagian utara Jepang dikabarkan sempat menganggu fungsi pendingin pembangkit nuklir di tempat tersebut.

Gempa berkekuatan 7.4 SR tersebut mengakibatkan ribuan orang melarikan diri ke dataran tinggi ketika fajar menyingsing di sepanjang pantai timur laut.

Sejauh ini tidak ada laporan korban meninggal ataupun luka-luka setelah gempa mengguncang wilayah Perfektur Fukushima sekitar pulul 05.59 waktu setempat. Gelombang setinggi 1,4 meter sempat terjadi di wilayah Sendai yang terletak 70 kilometer ke arah utara Fukushima.

Tokyo Electric Power atau yang dikenal sebagai Tepco seperti dikutip dari Reuters menyebutkan sistem pendingin pada kolam penyimpanan untuk bahan bakar nuklir yang telah melalui paparan radiasi pada reaktor nuklir yang ada di Fukushima Daini Plant memang sempat berhenti pada Selasa (22/11/2016) tetapi segera beroperasi kembali.

Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan lainnya akibat gempa ini meskipun terjadi pemadaman listrik di beberapa wilayah. Saat ini, hanya dua reaktor nuklir yang beroperasi di Jepang dan keduanya bertempat di wilayah barat daya.

Meskipun dalam keadaan tidak beroperasi, pembangkit nuklir tetap membutuhkan sistem pendingin guna menjaga suhu bahan bakar nuklir yang telah melalui proses radiasi agar tetap dingin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tsunami Gempa Jepang
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top