Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minimalkan Kegagalan Produk, Industri Diminta LIPI Perhatikan SNSU

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia meminta para pelaku industri di Sumatra Utara memerhatikan metrologi dan kalibrasi sebagai Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) produk.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 21 November 2016  |  16:45 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, MEDAN — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia meminta para pelaku industri di Sumatra Utara memerhatikan metrologi dan kalibrasi sebagai Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) produk.

Pasalnya, menurut Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Bambang Subiyanto, kedua hal tersebut menjadi kunci peningkatan mutu produksi di Indonesia.

Kedua ukuran tersebut penting bagi konsumen karena menentukan selisih waktu dan ukuran produk. Juga dapat meminimalisasi kegagalan produksi.

“Semua bidang industri wajib mendaftarkan kalibrasi dan metrologi untuk produksi. Pengecekannya minimal 1 tahun sekali. Misalnya, otomotif kan banyak komponennya seperti baut.

Kalau ada selisih ukuran sedikit saja, menjadi masalah karena sudah tidak sesuai,” ujar Bambang, Senin (21/11/2016).

Selain otomotif, industri lain yang membutuhkan metrologi dan kalibrasi yakni kesehatan. Dia mencontohkan, untuk produksi alat pengukur tekanan darah atau gula darah.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Metrologi LIPI Mego Pinandito, hingga saat ini masih banyak pelaku industri yang belum mengerti benar mengenai metrologi dan kalibrasi.

Oleh karena itu, pihaknya terus menggelar sosialisasi ke beberapa daerah, salah satunya di Medan.

“Masih banyak kami temukan di lapangan kesalahan mendasar mengenai kegiatan pengukuran oleh industri. Ini akan berdampak kepada masih rendahnya mutu produksi,” pungkas Mego.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

standar nasional indonesia
Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top