Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PENDATANG: Khawatir Diusir Trump, Wali Kota Chicago Bilang Kalian Dilindungi

Wali Kota Rahm Emanuel pada Senin (14/11/2016) menegaskan kedudukan Chicago sebagai tempat berlindung pendatang, yang khawatir diusir karena memasuki Amerika Serikat secara tidak sah.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 15 November 2016  |  16:46 WIB
Presiden Terpilih AS Donald Trump - Reuters
Presiden Terpilih AS Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, CHICAGO -  Wali Kota Rahm Emanuel pada Senin menegaskan kedudukan Chicago sebagai tempat berlindung pendatang, yang khawatir diusir karena memasuki Amerika Serikat secara tidak sah.

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah presiden terpilih Donald Trump berjanji menyingkirkan tiga juta pendatang, yang disebutnya memiliki catatan kejahatan.

Pernyataan Emanuel itu menenangkan pendatang tanpa berkas di kota terbesar ketiga negara tersebut menyusul penawaran serupa dari wali kota New York dan Los Angeles untuk mempertahankan sebutan mereka sebagai "kota perlindungan".

"Kalian aman di Chicago. Kalian terlindungi di Chicago dan kalian didukung di Chicago," kata Emanuel dalam jumpa pers di Rumah Sakit Anak Ann & Robert H. Lurie Chicago, "Ini adalah kota pengecualian." Gerakan perlindungan itu dilakukan di hampir 40 kota di AS, tempat kepolisian setempat menjadikannya sebagai kebijakan untuk tidak memeriksa status imigrasi seseorang yang ditahan dan membagikan informasi itu dengan pihak berwenang federal, yang dapat mengusir mereka.

Gerakan itu menjadi perhatian nasional yang besar di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama yang menuai kritik dari kubu partai Republik karena memberikan perlindungan meskipun saat pemerintahannya bergerak untuk meningkatkan deportasi para imigran yang memiliki catatan kriminal.

Kebijakan itu kembali dibahas setelah Trump, seseorang dari partai Republik, berjanji pada saat kampanye bahwa dia akan memperluas deportasi dan menahan dana federal bagi kota-kota yang melindungi orang-orang dalam negara itu secara ilegal.

Dalam wawancara disiarkan televisi secara nasional pada Minggu, Trump mengatakan segera memulangkan atau memenjarakan dua hingga tiga juga orang pendatang gelap, yang disebutnya penjahat, anggota gerombolan jalanan atau pengedar narkotika. Sebagai perbandingan, sekitar dua juta orang telah dideportasi selama delapan tahun Obama menjabat.

Emanuel, mantan kepala staf Gedung Putih di bawah Obama, mengatakan pendatang tanpa berkas di Chicago juga akan terus memiliki akses terhadap sejumlah pelayanan umum, termasuk pendidikan dan kesehatan yang didanai kota itu.

Dia didukung pemimpin warga dan niaga, yang mendukung gerakan perlindungan itu, dan dua orang anggota parlemen negara bagian memimpin sebuah pengajuan untuk mengizinkan para pelajar tanpa dokumen tersebut dapat mendaftar untuk menerima bantuan finansial untuk kuliah selama empat tahun jika mereka memenuhi syarat.

Dewan Kota segera diharapkan untuk menyetujui rencana Emanuel untuk mengeluarkan sebuah kartu tanda pengenal kota yang akan memberi keuntungan bagi para migran tanpa dokumen, tunawisma dan kalangan lainnya yang sulit untuk mendapatkan kartu identtas dari pemerintah.

Kepala Rumah Sakit Anak Lurie, Patrick Magoon, mengatakan sikap imigrasi Trump menyebabkan kegelisahan besar, mengutip data yang menunjukkan permohonan pencegahan bunuh diri dan jalur cepat tanggap krisis di penjuru negara bagian, yang meningkat dua kali lipat sejak Trump terpilih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendatang warga as Donald Trump

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top