Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SIDANG PUTUSAN JESSICA: Polisi Terjunkan 489 Personel

Setelah menjalani puluhan sidang akhirnya kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso akan memasuki putusan pengadilan pada hari ini, Kamis (27/10/2046).
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  09:50 WIB
Jessica Kumala Wongso dengan pengacaranya, Otto Hasibuan. - Antara
Jessica Kumala Wongso dengan pengacaranya, Otto Hasibuan. - Antara
Kabar24.com,JAKARTA-Setelah menjalani puluhan sidang akhirnya kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso akan memasuki putusan pengadilan pada hari ini, Kamis (27/10/2046).
 
Rupanya, polisi tidak main-main terkait pengamanan sidang kali ini. Pihak Kepolisian menerjukan 489 personel untuk mengamankan berlangsungnya putusan pengadilan yang akan dimulai pada pukul 09.00 WIB nanti.
 
"Jumlah kuat pengamanan sebanyak 489 orang. Dari Polda Metro Jaya 400 personel, dari polres atau polsek 89 personel," sebut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono pagi ini, Kamis (27/10/2016).
 
Sebelumnya, Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengatakan sidang terakhir atas kasus ini dipastikan akan menyedot perhatian masyarakat.
"Kami menduga pasti dari kubu korban dan terdakwa pasti akan datang, jadi diperkiraan pengunjungsidang akan lebih banyak dari hari sebelumnya," katanya. 

Oleh karena itu, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka pengamanan akan dilakukan secara berlapis oleh petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jessica wongso
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top