Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Kabupaten Ini Biaya Pilkades Lebih Besar Dibanding Pilkada

Biaya penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, lebih besar ketimbang biaya yang harus dikeluarkan untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 17 Oktober 2016  |  19:54 WIB
Ilustrasi - rri.co.id
Ilustrasi - rri.co.id

Kabar24.com, DEMAK - Biaya penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, lebih besar ketimbang biaya yang harus dikeluarkan untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat.

Pemerintah Kabupaten Demak menganggarkan dana untuk pilkada sebesar Rp 16 miliar, sedangkan untuk pilkades serentak Rp 16 miliar, tapi masih ditambah biaya lain yang ditagihkan kepada tiap desa dan calon kepala desa.

Tiap desa harus menambah biaya penyelenggaraan sebesar Rp 25 juta dan tiap calon dimintai iuran minimal Rp 15 juta.

“Total dana yang dibutuhkan untuk pilkades lebih dari Rp 16 miliar,” kata Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa dan Rakyat Demak (FKMRD) M. Rifai, Senin (17/10/2016), 17 Oktober 2016.

Jawa Tengah menyelenggarakan pilkades serempak pada Minggu (9/10/2016). Dari total 249 desa di Kabupaten Demak, 183 di antaranya menggelar pilkades dengan jumlah calon satu desa lebih dari tiga orang. Sedangkan pilkada nanti melibatkan semua desa.

“Pemilihan kepala desa serempak dilakukan 73 persen desa, lebih kecil dibanding pemilihan kepala daerah yang dilakukan di semua desa,” ujar Rifai.

Dia menyayangkan proses pelaksanaan demokrasi di level pemerintahan paling bawah itu berbiaya tinggi.

“Apalagi, dari hasil pantauan kami, proses pemilihan kepala desa Kabupaten Demak juga kental diwarnai politik uang yang dilakukan calon,” ucapnya.

Berdasarkan hasil survei FKMRD terhadap calon kepala desa, desa yang asetnya berupa tanah bengkok yang luas seperti Demak utara, calon kepala desa menghabiskan biaya untuk menjamu pemilih sekitar Rp 1 miliar. Sedangkan di desa lain yang asetnya tak banyak mencapai Rp 700 juta per calon.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak Fahrudin Bisri Slame menyatakan dana pelaksanaan pemilihan kepala desa itu sifatnya bantuan kepada desa.

“Sedangkan desa iuran sendiri sesuai dengan kemampuan,” kata Slamet.

Dia menjelaskan, dana bantuan pelaksanaan pemilihan itu untuk banyak hal selama proses pemilihan serentak, di antaranya pengamanan bersama yang sudah dianggarkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilkada pilkades

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top