Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

EMISI FIAT: Italia Bantah Terima Laporan Dari Jerman

Pemerintah Italia mengaku tidak menerima informasi dari Kementerian Transportasi Jerman terkait dugaan manipulasi tes emisi yang dilakukan oleh Fiat Chrysler Automobiles.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 02 September 2016  |  16:47 WIB
EMISI FIAT: Italia Bantah Terima Laporan Dari Jerman
Pemerintah Italia mengaku tidak menerima informasi dari Kementerian Transportasi Jerman terkait dugaan manipulasi tes emisi yang dilakukan oleh Fiat Chrysler Automobiles. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, ROMA - Pemerintah Italia mengaku tidak menerima informasi dari Kementerian Transportasi Jerman terkait dugaan manipulasi tes emisi yang dilakukan oleh Fiat Chrysler Automobiles.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/9/2016), sumber di Kementerian Infrastruktur Italia mengatakan otoritas terkait memang telah berhubungan dengan Jerman.

Pemerintah Jerman tidak pernah sepakat dengan laporan dari Italia yang menyatakan bahwa Fiat telah memenuhi aturan emisi sebagaimana yang diterapkan di Eropa.

Seorang juru bicara Fiat juga menegaskan bahwa perusahaan itu selalu mematuhi aturan emisi yang diterapkan, dan tidak pernah menggunakan perangkat ilegal untuk manipulasi.

Sebelumnya, Kementerian Transportasi Jerman meminta Komisi Eropa untuk menyelidiki emisi gas buang kendaraan Fiat. Jerman menuding Fiat menggunakan perangkat ilegal untuk melakukan manipulasi.

Permintaan itu disampaikan setelah Jerman tidak mendapat respon dari Pemerintah Italia terkait laporan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fiat Fiat Chrysler Automobiles
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top