Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gatot Brajamusti Ditangkap: Polda Metro Jaya Belum Terima Barang Bukti

Polda Metro Jaya belum menerima barang bukti yang diamankan dari rumah Gatot Brajamusti (AA Gatot) yang tempo hari ditangkap oleh tim gabungan Satgas Merah Putih, Polres Mataram, Polres Lombok Barat.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 29 Agustus 2016  |  14:44 WIB
Gatot Brajamusti - Twitter
Gatot Brajamusti - Twitter

Kabar24.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya belum menerima barang bukti yang diamankan dari rumah Gatot Brajamusti (Aa Gatot) yang ditangkap oleh tim gabungan Satgas Merah Putih, Polres Mataram, Polres Lombok Barat, Minggu (28/8/2016).

Hal tersebut disampaikan Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran.

“Saya mendapat info soal penangkapan itu. Saat ini belum ada pelimpahan,” katanya di Jakarta, Senin (29/8/2016).

Dia melanjutkan, bahwa pihaknya siap menindaklanjuti, jika pihaknya mendapatkan pelimpahan barang bukti dari kasus Gatot.

Gatot ditangkap di Hotel Golden Tulip kamar 11001 Jalan Jenderal Sudirman Nomor 4 Selaparan, Kota Mataram NTB, pada Minggu (28/8/2016). Dia ditangkap beberapa saat terpilih kembali sebagai Ketua Umum Parfi.

Setelah penangkapan, dilakukan pula penggeledahan di rumah Gatot di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1 Pondok Pinang,  Kebayoran Lama Jakarta.

Adapun sejumlah barang bukti yang ditemukan di rumahnya antara lain senjata   api, dan amunisi, serta harimau yang telah diawetkan. Sebelumnya disebutkan, barang bukti berupa senjata dan harimau yang disita dalam kasus ini akan diserahkan ke Polda Metro Jaya


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polda metro jaya barang bukti
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top