SUKANTO TANOTO: Soal “Indonesia Ayah Angkat dan China Ayah Kandung”, Ini Penjelasan Raja Garuda Emas

Raja pulp Indonesia Soekanto Tanoto menjadi bahan perbincangan di media sosial terkait penerjemahan wawancara bos Raja Garuda Emas tersebut di televisi China, CCTV2.
Saeno | 25 Agustus 2016 12:35 WIB
Dua cuplikan Sukanto Tanoto yang menimbulkan kontroversi/youtube.jpg

Kabar24.com, JAKARTA – Raja pulp Indonesia Soekanto Tanoto menjadi bahan perbincangan di media sosial terkait penerjemahan wawancara bos Raja Garuda Emas tersebut di televisi China, CCTV2.

Heboh berawal dari kutipan yang mengesankan bahwa Sukanto Tanoto menganggap Indonesia sebagai ayah angkat dan China adalah ayah kandungnya.

Raja Garuda Emas dalam rilisnya menyatakan bantahan dan menyebutkan bahwa terjemahan tersebut tidak sesuai dengan tujuan dan maksud yang tersirat dari pernyataan Sukanto Tanoto.

“Dalam wawancara tahun 2011 berdurasi 55:29 menit yang beredar di media sosial, Bapak Sukanto Tanoto menjelaskan latar belakang serta filosofi bisnis beliau. Kutipan artikel di forum Indonesiana, serta terjemahan salah satu bagian video yang beredar, tidaklah sesuai dengan tujuan dan maksud yang tersirat sehingga telah menimbulkan penafsiran yang berbeda,” ujar pihak RGE.

“Metafora yang digunakan oleh Bapak Sukanto Tanoto dalam bahasa Mandarin merupakan bagian dari diplomasi bisnis yang santun sebagai ungkapan hubungan batin dengan nilai-nilai budaya setempat,” lanjut keterangan tersebut.

Bantahan tersebut bermula dari munculnya tulisan di indonesiana.tempo.co, blog publik yang disediakan tempo.co seperti kompas.com memiliki kompasiana.

Penulis beridentitas Ardi pada url http://indonesiana.tempo.co/read/86631/2016/08/23/ardiblenda/sukanto-tanoto-indonesia-ayah-angkat-cina-ayah-kandung menuliskan kalimat sebagai berikut:

“Saya lahir dan besar di Indonesia. Menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis juga di sana. Tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu ketika pulang ke Cina saya merasa menemukan ayah kandung. Itu karena saya masih merasa orang Cina,” demikian diucapkan konglomerat Sukanto Tanoto saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di Cina.

Hal lain juga dituliskan Ardi, termasuk soal sumbangan Sukanto Tanoto dalam pembangunan Water Cube seperti dinyatakan bos RGE itu dalam wawancara di CCTV2. Penulis juga mempermasalahkan pernyataan "Indonesia hanyalah ayah angkat" dan mengaitkannya dengan soal nasionalisme.

Berdasar wikipedia, CCTV-2 adalah saluran keuangan (sebelumnya saluran ekonomi hingga 24 Agustus 2009) yang terfokus pada jaringan CCTV (China Central Television) di Republik Rakyat Tiongkok.

Wawancara Sukanto Tanoto dengan CCTV2 itu sendiri berlangsung dalam bahasa Mandarin dan CCTV menyediakan teks terjemahannya dalam bahasa Inggris.

Berikut kutipan asli terjemahan dari CCTV2 dalam bahasa Inggris pada wawancara tersebut yang diperoleh dari tayangan di Youtube.

In recent years i have heard that you come back to china very frequently
I have to china dozens times in recent years
Dozens of times (pembawa acara menimpali)
Yes being Chinese
When we come back to china, we feel totally different
When we stay in a foreign country sometimes we will think about what is going on in china
And China’s recent development. Beside I read all the news about China
Including tidbit
So you must read a lot of books (pembawa acara menimpali)
I was born raised in Indonesia
And I studied married and started my business there
As a result I always take Indonesia as my adoptive father in a dwelling county
But when i come back to china
I feel I have returned to the arms of my (mother) parents to our motherland because all of us are Chinese
Blood is thicker than water So I have always been considering China as my natural father. 

Tag : sukanto tanoto
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top