Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES AS: Trump Perparah Perpecahan di Tubuh Partai Republik

Calon Presiden Amerika dari Partai Republik Donald Trump memperkeruh suasana di partainya pada Selasa (2/8/2016) dengan menolak mendukung dua tokoh penting partai tersebut yakni Senator John Mc Cain dan Juru Bicara DPR AS Paul Ryan dalam pemilihan ulang di jabatan masing-masing.nn
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 03 Agustus 2016  |  11:25 WIB
Calon presiden AS Donald Trump. - REUTERS
Calon presiden AS Donald Trump. - REUTERS

Kabar24.com, WASHINGTON - Calon Presiden Amerika dari Partai Republik Donald Trump memperkeruh suasana di partainya pada Selasa (2/8/2016) dengan menolak mendukung dua tokoh penting partai tersebut yakni Senator John Mc Cain dan Juru Bicara DPR AS Paul Ryan dalam pemilihan ulang di jabatan masing-masing.

Dalam sebuah wawancara, Trump berkata pada Washington Post bahwa dia tidak dapat mendukung Ryan ataupun McCain dalam pemilihan awal jelang pemilihan umum 8 November nanti.

Kedua tokoh tersebut sebelumnya mengeritik perselisihan yang terjadi antara Trump dan keluarga almarhum militer Muslim AS, Kapten Humayun Khan, yang tewas dalam tugas di Irak pada 2004 lalu.

Perselisihan ini terjadi dua minggu setelah konvensi nasional Partai Republik di Cleveland yang secara resmi menominasikan Trump sebagai calon presiden dari partai tersebut.

Ini merupakan perpecahan terbaru yang terjadi di tubuh Partai Republik yang sebelumnya sudah terlihat rapuh karena perbedaan pendapat.

Perpecahan ini mulai terlihat mencolok pada konvensi Partai Republik di mana McCain yang merupakan seorang anggota partai tingkat tinggi melecehkan Trump dengan tidak menghadiri konvensi penobatan Trump.

Mitt Romney mantan calon presiden dari partai Republik  untuk pemilihan 2012 lalu  juga tidak menghadiri konvensi tersebut.

Trump mulai berselisih dengan Khizr dan Ghazala Khan, orang tua almarhun Kapten Humayun Khan sejak mereka hadir dan memberi pidato pada konvensi Partai Demokrat dan  menyebutkan pengorbanan anak mereka serta mengkritik usulan Trump untuk melarang umat Muslim memasuki Amerika.

Trump melontarkan kembali kalimat yang digunakan Ryan ketika berbicara tentang dukungan terhadap bakal calon presiden dari Partai Republik. Dia mengatakan bahwa dia belum memutuskan terkait dukungan bagi Ryan dalam pemilihan awal yang akan diadakan Selasa depan di Winconsin.

Sebelumnya, juru bicara McCain menyebutkan bahwa dia telah bertemu dengan wakil Trump, Mike Pence, di Arizona dan pertemuan itu berlangsung dengan suasana sangat bersahabat.

Trump mengatakan Ryan meminta dukungannya tetapi saat ini dia baru memikirkan hal tersebut secara serius.

Namun, kantor juru kampanye Ryan dengan cepat merespons dan mengatakan baik Ryan atau siapa pun dalam timnya tidak pernah meminta dukungan dari Trump.

 “Dan kami percaya diri bisa menang minggu depan,” kara juru bicara kampanye Zack Roday seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/8/2016).

Sementara itu, seorang anggota kongres dari Partai Republik, Richard Hanna lebih memilih mendukung  Hillary Clinton ketimbang Trump.

Dia menjadi orang pertama dari partainya yang melakukan hal ini, dipicu serangan yang dilancarkan Trump kepada keluarga seorang almarhum militer Muslim AS, Keluarga Khan. Dia menyebut Trump memiliki kekeliruan tak berujung, tidak memiliki rasa bersalah, dan, egois.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai republik Donald Trump Pemilu Amerika

Sumber : Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top