Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PANAMA PAPERS: Teknisi Komputer di Mossack Fonseca Ditahan

Seorang teknisi komputer di kantor firma hukum yang menjadi pusat bocoran dokumen Panama di Jenewa ditahan beberapa hari lalu atas dugaan memindahkan sejumlah besar data baru-baru ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juni 2016  |  13:57 WIB
Papan nama Mossack Fonseca di Arango Orillac Building, Panama (3/4/2016). - Reuters/Carlos Jaso
Papan nama Mossack Fonseca di Arango Orillac Building, Panama (3/4/2016). - Reuters/Carlos Jaso

Kabar24.com, JENEWA - Bocornya dokumen Panama yang menggegerkan dunia mulai diselidiki aparat berwenang di Jenewa.

Seorang teknisi komputer di kantor firma hukum yang menjadi pusat bocoran dokumen Panama di Jenewa ditahan beberapa hari lalu atas dugaan memindahkan sejumlah besar data baru-baru ini, kata harian Swiss "Le Temps", Rabu (15/6/2016).

Surat kabar itu mengutip keterangan sumber yang dekat dengan perkara tersebut.

Juru bicara kantor jaksa Jenewa memastikan kepada Reuters bahwa mereka memulai penyelidikan menyusul pengaduan pidana oleh firma hukum tersebut, Mossack Fonseca. Namun ia menolak menanggapi lebih jauh.

Mossack Fonseca, yang bermarkas di Panama dan spesialis dalam pembentukan perusahaan di kawasan bebas pajak di luar negeri, membantah melakukan tindakan salah dan mengatakan bahwa mereka adalah korban peretasan data.

Dalam pernyataan pada Rabu malam, Mossack Fonseca mengatakan mengajukan pengaduan di beberapa tempat terhadap pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam pembobolan datanya.

"Kami yakin bahwa pihak berwenang di setiap negara ini akan melaksanakan proses terkait secara transparan dan efektif dalam setiap kasus," katanya.

Harian tersebut mengatakan tersangka yang ditahan di Jenewa membantah melakukan kesalahan namun dituduh mencuri data, akses tanpa izin dan melanggar kepercayaan, menyusul aduan yang diajukan oleh Mossack Fonseca.

Harian tersebut mengatakan tidak ada bukti pria yang ditahan bertanggung jawab atas kebocoran besar-besaran Dokumen Panama pada April, yang mempermalukan beberapa pemimpin dunia dan menjadikan perusahaan-perusahaan di surga pajak menjadi sorotan.

Harian itu melaporkan bahwa jaksa telah menggeledah kantor perusahaan itu dan menyita perlengkapan komputer serta melakukan pengecekan untuk melihat jika tersangka telah mencuri data dan jika benar, berapa banyak dan kapan data itu dicuri.

Juru bicara jaksa menolak berkomentar mengenai informasi tersebut.

Kantor jaksa Jenewa memulai penyelidikan pidana pada awal April, tak lama setelah bocoran yang mengungkap banyak perusahaan di kawasan bebas pajak didirikan oleh para pengacara dan institusi-institusi di pusat keuangan Swiss tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Panama Papers

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top