Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lagi, Abu Sayyaf Eksekusi Warga Kanada

Pihak Filipina mengkonfirmasi mengenai eksekusi warga negara Kanada yang ditawan oleh pihak Abu Sayyaf, kelompok militan yang menduduki pulau di wilayah selatan Filipina
Ilustrasi: Pasukan Abu Sayyaf/Reuters
Ilustrasi: Pasukan Abu Sayyaf/Reuters

Bisnis.com, MANILA/TORONTO - Pihak Filipina mengkonfirmasi mengenai eksekusi warga negara Kanada yang ditawan oleh pihak Abu Sayyaf, kelompok militan yang menduduki pulau di wilayah selatan Filipina

“Kami sangat mengutuk pembunuhan brutal dan tidak masuk akal yang terjadi pada Robert Hall, seorang warga negara Kanada, setelah disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Sulu selama sembilan bulan terakhir,” kata Presiden Filipina Benigno Aquino dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/6/2016).

Sebelum adanya konfirmasi ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Senin (13/6/2016) meyakini bahwa Robert Hall telah dieksekusi oleh pihak yang menawannya. Ini menjadi eksekusi kedua yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf terhadap tawanan dari Kanada.

Juru Bicara Militer Filipina menyebutkan bahwa sebuah kepala terpenggal ditemukan dekat dengan katedral Katolik di sebuah pulau terpencil di wilayah Selatan pada Senin (13/6/2016). Kepala itu menunjukkan ciri seorang Kaukasia tetapi belum ada identifikasi lebih lanjut saat itu.

Kemudian, Mayor Filemon Tan, Juru Bicara Militer Filipina dalam sebuah pernyataan pada hari ini menyebutkan bahwa kepala yang ditemukan tersebut merupakan korban pembunuhan oleh Abu Sayyaf.

Abu Sayyaf yang berbasis di selatan Filipina dikenal akan tindakan penculikan, pemenggalan dan pemerasan.

Awalnya, pihak Abu Sayyaf meminta satu miliar peso untuk setiap tawanan. Namun, pihak tersebut kemudian menurunkan jumah tebusan yang harus dibayar menjadi 300 juta peso pada awal tahun ini.

Kelompok ini sebelumnya sudah mengeksekusi seorang warga Kanada John Ridsel, seorang eksekutif pertambangan. Saat ini, seorang pria berkewarganegaraan Norwegia dan Seorang wanita Filipina masih menjadi sandera.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper