Sebelum KTT Asean-Rusia, Jokowi akan Bertemu Putin di Sochi

Presiden Joko Widodo akan melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi pada 19 Mei untuk membahas beberapa kerja sama bilateral, demikian keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Selasa.
Newswire | 17 Mei 2016 14:51 WIB
Presiden RI Joko Widodo (kiri) dan (kanan) Presiden Rusia Vladimir Putin - indonesia.mid.ru

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri menyatakan Presiden Joko Widodo akan melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi untuk membahas beberapa kerja sama bilateral.

Pertemuan kedua presiden itu dilakukan sebelum pelaksanaan KTT Asean-Rusia yang diselenggarakan di Sochi pada 20 Mei 2016.

Kedua presiden telah beberapa kali bertemu dalam berbagai pertemuan internasional. Pertemuan terakhir adalah di sela-sela KTT APEC Beijing pada 10 November 2014.

Berdasarkan keterangan pers, Selasa (17/5/2016), pertemuan bilateral di Sochi, Presiden Jokowi dengan Presiden Putin akan membahas beberapa isu kerja sama, antara lain di bidang ekonomi, pertahanan dan keamanan, dan energi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi akan menyampaikan harapan agar para investor dari Rusia dapat didorong untuk melakukan investasi di bidang infrastruktur dan energi di Indonesia.

Kedua pemimpin juga akan membahas beberapa isu regional dan internasional seperti, Laut China Selatan, situasi di Suriah dan perkembangan di Timur Tengah.

Pada kunjungan Presiden RI ke Rusia, rencananya akan ada penandatanganan beberapa nota kesepahaman, antara lain untuk kerja sama di bidang pertahanan, penanganan penangkapan ikan secara ilegal, dan kearsipan.

Rusia memiliki arti penting bagi Indonesia, mengingat kedua negara telah melakukan hubungan bilateral selama 66 tahun, yakni sejak 1950.

Pada 2003, pemerintah Indonesia dan Rusia telah menandatangani Deklarasi Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan dalam Abad ke-21 dengan fokus bidang ekonomi, teknik militer, dan iptek.

Rusia juga merupakan salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia, khususnya untuk produk minyak sawit mentah (CPO) dan industri pertahanan. Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia pada 2015 mencapai US$1,98 miliar.

Produk yang diekspor Indonesia ke Rusia adalah CPO (50% dari total perdagangan), perabotan, ikan, coklat, mentega, teh, kopi. Produk yang diimpor Indonesia dari Rusia adalah alutsista, besi baja, pupuk, logam, karet sintetis dan aluminium.

Rusia juga merupakan salah satu investor asing cukup besar di Indonesia. Pada 2015, total investasi Rusia mencapai US$1,01 juta. Sektor unggulan investasi Rusia adalah perhotelan dan restoran.

Rusia juga menunjukkan minat untuk melakukan investasi di bidang infrastruktur, pertambangan dan energi. Turis Rusia yang berkunjung ke Indonesia menempati posisi lima terbesar bagi turis asal Eropa. Pada 2015, sebanyak 5.012 orang wisatawan Rusia mengunjungi Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KTT Asean-Rusia

Sumber : Antara
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top