Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korea Utara Tahan Reporter BBC Karena Pemberitaan

Korea Utara menahan seorang wartawan BBC dan memerintahkan pengusirannya karena alasan pemberitaan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 09 Mei 2016  |  19:10 WIB
Rupert Wingfield-Hayes.  - Reuters
Rupert Wingfield-Hayes. - Reuters

Bisnis.com,PYONGYANG—Korea Utara menahan seorang wartawan BBC dan memerintahkan pengusirannya karena alasan pemberitaan.

Kantor berita Xinhua milik China mengutip seorang pejabat Korea Utara mengatakan bahwa Rupert Wingfield-Hayes ditahan akibat reportase yang tidak benar.

Seorang reporter BBC lain di Pyongyang, John Sudworth, dalam sebuah laporan mengatakan ada ketidaksepakatan atas isi laporan yang dibuat oleh Rupert, termasuk bagian yang mempertanyakan keotentikan sebuah rumah sakit.

“Ketika dia tiba di bandara pada Jumat, ia terpisah dari anggota tim yang lain, dicegah untuk naik ke pesawat, lalu dibawa ke sebuah hotel dan diinterogasi oleh biro keamanan di Pyongyang kemudian disuruh menandatangani sebuah pernyataan hingga akhirnya dilepaskan dan diizinkan untuk bergabung kembali dengan kami di hotel ini,” kata Sudworth seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/5/2016)

Korea Utara sebelumnya memberikan visa kepada 128 wartawan dari 12 negara. Setiap pergerakan mereka diawasi dengan ketat dan pada Senin pagi mereka masih belum mendapat akses untuk meliput kongres yang dimulai pada Jumat.

Wingfield-Hayes sudah berada di negara tersebut sebelum kongres berlangsung guna meliput sebuah kunjungan dari kelompok pemenang hadiah Nobel.

Seperti dikutip dari kantor berita resmi Korea Utara, dalam kongres tersebut, negara komunis itu mengatakan pihaknya akan memperkuat kemampuan senjata pertahanan nuklirnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea utara bbc

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top