Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyusup Ditangkap, Penyelesaian WNA China Tunggu Pemeriksaan TNI AU

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyebut penyelesaian kasus penangkapan lima warga negara China alias Tiongkok masih menunggu pemeriksaan TNI AU. Disebutkan, keberadaan mereka terkait dengan penyiapan lahan stasiun kereta api cepat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 April 2016  |  13:20 WIB
Lima WNA tidak ada yang membawa paspor dan tidak memiliki SC (security clearance).  - ist
Lima WNA tidak ada yang membawa paspor dan tidak memiliki SC (security clearance). - ist

Kabar24.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyebut penyelesaian kasus penangkapan lima warga negara China alias Tiongkok masih menunggu pemeriksaan TNI AU. Disebutkan, keberadaan mereka terkait dengan penyiapan lahan stasiun kereta api cepat.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Heru Santoso, ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (28/4/2016), mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan TNI AU terkait kasus itu. "Kami masih terus berkoordinasi dengan TNI AU mengenai apakah ada hal-hal lain," kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Rabu pagi (27/4/2016), mendapat laporan dari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur mengenai penerimaan lima warga negara asing dari pimpinan Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, bukan dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

Ketika ditangkap, lima orang WNA itu mengaku warga China, namun tidak dapat menunjukkan identitas lengkap.

Saat ditangkap Polisi Militer TNI AU di Pangkalan UdaraUtama TNI AU Halim Perdanakusuma, lima WNA China diduga melakukan aktivitas ilegal di sekitar pangkalan udara yang termasuk wilayah terlarang bagi publik.

Beberapa di antara WNA China yang ditangkap itu bahkan memakai seragam loreng bermotif khas milik Tentara Pembebasan Rakyat China.

Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Kamis telah, menerima kelengkapan identitas dari lima orang asing tersebut dari PT Geo Mining Central sebagai pihak sponsor. Kemudian mereka dinyatakan tidak memiliki masalah keimigrasian ataupun peraturan keimigrasian.

Akan tetapi, peraturan militer Indonesia yang sah menyatakan, WNA yang masuk ke dalam lingkungan instalasi militer Indonesia harus sudah mengantongi ijin tertulis resmi dan dinyatakan tidak membahayakan kepentingan pertahanan nasional (security clearance).

Ijin ini harus dikeluarkan dari Markas Besar TNI, setelah proses administrasi resmi dari satuan-satuan di bawahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara halim perdanakusuma badan intelijen negara Penyusup CHina Mata-mata China

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top