Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gempa Jepang: Begini Besarnya Dampak yang Terjadi

Dampak gempa berantai di pulau Kyushu menimbulkan kerugian tak hanya korban jiwa melainkan juga berdampak pada jalannya pabrik bahkan mempengaruhi bursa Jepang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 April 2016  |  20:55 WIB
Gempa Jepang: Begini Besarnya Dampak yang Terjadi
Warga membungkus dirinya dengan selimut saat berada di pinggir jalan di depan gedung perkantoran setelah gempa di kota Mashiki, Perfektura Kumamoto, selatan Jepang. - Reuters/Kyodo
Bagikan

Kabar24.com, TOKYO - Dampak gempa berantai di pulau Kyushu menimbulkan kerugian tak hanya korban jiwa melainkan juga berdampak pada jalannya pabrik bahkan mempengaruhi bursa Jepang.

Setidaknya 42 orang telah dinyatakan meninggal akibat gempa yang menggoyang pulau Kyushu, Jepang.

Serangkaian gempa bumi yang melanda pulau Kyushu, Jepang, dengan kekuatan hingga 7,3 pada Skala Richter, menewaskan sedikitnya 42 orang dan memaksa perusahaan-perusahaan besar untuk menutup pabrik-pabrik mereka di sana.

Sekitar 30.000 orang dari regu penyelamat memeriksa reruntuhan untuk mencari orang-orang yang masih hidup dan membagi-bagikan makanan kepada mereka yang tak dapat kembali ke rumah-rumahnya yang rusak akibat gempa sejak Kamis.

Gempa terbesar melanda dekat kota Kumamoto pada Sabtu pagi.

"Masih ada orang-orang yang hilang. Kami ingin melanjutkan usaha-usaha kami menyelamatkan orang-orang dan memberi prioritas pada mereka yang hidup," kata Perdana Menteri Shinzo Abe kepada parlemen, dengan menambahkan ia ingin menyatakan kawasan itu sebagai zona bencana untuk membebaskan dana-dana rekonstruksi.

Regulator atom Jepang menyatakan tiga fasilitas nuklirnya di kawasan itu aman, memberikan rasa nyaman kepada sebuah negara yang masih dihantui rasa takut oleh bencana nuklir Fukushima pada 2011 akibat gempa bumi dan tsunami.

Semua penerbangan komersial ke bandar udara Kumamoto yang rusak dibatalkan dan kereta api cepat Jepang ke kawasan itu ditangguhkan.

Pasokan makanan relatif masih sedikit karena jalan-jalan masih terputus oleh tanah longsor. Mereka yang telah dievakuasi membuat sinyal SOS di satu taman sekolah, dengan harapan mendapat perhatian helikopter-helikopter pemasok, demikian media Jepang melaporkan.

"Kemarin saya hanya makan sepotong tofu dan nasi gulung," kata wali kota salah satu kawasan yang terkena dampak gempa bumi.

"Apa yang paling dicemaskan sekarang ialah makanan. Tak ada pasokan listrik atau air."

Pasar saham Prefektur Kumamoto merupakan pusat manufaktur penting dan rumah bagi stasiun nuklir satu-satunya yang beroperasi di Jepang.

Pasar saham Jepang turun 3 persen Senin setelah serangkain gempa bumi di kawasan tersebut, yang menjadi pusat manufaktur di Jepang selatan.

Indeks saham Nikkei tutup pada sesi pagi 3 persen lebih rendah, yang terkena menguatnyan nilai tukar yen dan karena para investor merasakan dampak dari bencana atas rantai pasokan dan asuransi.

Pabrik-pabrik perusahaan manufaktur besar termasuk Toyota, Sony dan Honda ditutup, mengganggu rantai suplai di negeri itu.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan bahwa pemerintah akan "mengambil semua langkah yang diperlukan" untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang terkena bencana itu dan ekonomi dalam arti luas, termasuk menggunakan dana cadangan senilai 350 miliar yen (3,24 miliar dolar AS).

Sony Corp dan Toyota Motor Corp berada di posisi atas di antara perusahaan-perusahaan manufaktur lainnya, yang sahamnya jatuh masing-masing sebanyak 7,8% dan 6,8% pada perdagangan pagi. Nissan Motor Co dan Honda Motor Co kehilangan lebih 5% sebelum terkoreksi sedikit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gempa Jepang

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top