Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bentrok Antarpemuda, Pesantren Al Khairaat Halmahera Utara Jadi Korban

Bentrokan yang terjadi antardua kelompok pemuda telah membuat sebuah pondok pesantren di Halmahera Utara menjadi korban amukan api.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Maret 2016  |  12:30 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, TERNATE -  Bentrokan yang terjadi antardua kelompok pemuda telah membuat sebuah pondok pesantren di Halmahera Utara menjadi korban amukan api.

Pengurus Pondok Pesantren Al Khairaat Wilayah Provinsi Maluku Utara mendesak kepolisian mengusut aksi yang dinilai sebagai pembakaran pesantren di Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut) saat bentrokan antarkelompok pemuda pada Senin (28/3/2016).

"Selain mengusut pelakunya, kami juga meminta kepolisian memberikan jaminan keamanan terhadap semua aset pondok pesantren Al-Khairaat," kata Sekretaris Wilayah Al Khairaat Malut, Hasby Yusuf di Ternate, Rabu (30/3/2016).

Menurut Hasby, aksi kekerasan yang disertai pembakaran fasilitas umum dan fasilitas pendidikan sudah berulangkali terjadi.

Itu sebabnya pihaknya mengutuk aksi pembakaran pondok pesantren, karena tindakan pembakaran pesantren bisa memicu kekerasan dan dapat menebar kebencian.

Hasby mengatakan, pembakaran Pondok Pesantren Al Khairaat menjadi bukti masih buruknya upaya aparat keamanan meminalisasi konflik dan kejadian itu bahkan terkesan ada pembiaran dan kelengahan yang luar biasa dari aparat keamanan.

Hasby meminta Kapolda Malut segera mengusut kasus itu secara cepat dengan menindak tegas pelakunya. Proses penegakan hukumnya pun harus dilakukan secara terbuka sehingga memberikan efek jera kepada pelaku.

"Kepolisian harus dan penting menindak pelakunya sehingga bisa mencegah terulangnya kejadian serupa," katanya.

Hasby mengatakan, peristiwa pembakaran itu telah menimbulkan rasa traumatik terhadap para santri.

Apalagi ada di antara mereka yang sedang menghadapi Ujian Nasional dan membutuhkan waktu yang lama agar mental para santri bisa kembali pulih.

"Mental anak didik tercabik-cabik, maka kami minta Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten agar memberikan perhatian dan perlakuan khusus," katanya.

Sementara itu, Kapolda Malut, Brigjen Pol Zulkarnain ketika dihubungi mengatakan, peristiwa di Tobelo yang juga menimbulkan kebakaran Pondok Pesantren Al Khairaat belum bisa langsung disimpulkan sebagai aksi pembakaran.

Menurut Zulkarnain, masih perlu didukung alat bukti, termasuk hasil uji laboratorium forensik.

Namun dia mengakui kebakaran pondok pesantren itu merupakan peristiwa yang memprihatinkan, sehingga pihaknya serius mengusutnya secara tuntas dan cepat.

Pembakaran pondok pesantren terjadi beberapa saat setelah bentrokan antara kelompok pemuda dua desa di Kecamatan Tobelo.

Lokasi bentrokan memang tidak jauh dari lokasi pondok pesantren dan seluruh bangunan yang dipergunakan untuk ruang belajar hangus terbakar.

Bahkan, masjid dan asrama santri pun ikut dirusak, akibatnya aktivitas di pondok pesantren, termasuk kegiatan belajar dan mengajar terhenti karena harus diliburkan tanpa batas waktu yang jelas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembakaran pesantren
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top