Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS-Kuba Pulihkan Penerbangan Antarkedua Negara

Amerika Serikat dan Kuba akan menandatangani kesepakatan bersama, Selasa (9/2/2016), untuk memulihkan penerbangan antar-kedua negara setelah setengah abad lebih terhenti, demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 14 Februari 2016  |  05:30 WIB
Presiden Kuba Raul Castro dan Presiden AS Barack Obama - Reuters
Presiden Kuba Raul Castro dan Presiden AS Barack Obama - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON -  Amerika Serikat dan Kuba akan menandatangani kesepakatan bersama, Selasa (9/2/2016), untuk memulihkan penerbangan antar-kedua negara setelah setengah abad lebih terhenti, demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri.

"Hukum AS masih melarang perjalanan ke Kuba untuk tujuan wisata, maka kesepakatan ini akan memfasilitasi agen perjalanan yang diakui," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri yang disiarkan pada Jumat (12/2/2016).

AS mengumumkan rencana untuk memulihkan penerbangan pada Desember, pada peringatan setahun dimulainya rekonsiliasi antara Washington dan Havana.

Di bawah kesepakatan baru itu, perusahaan penerbangan kedua negara bisa melakukan kesepakatan langsung menyangkut teknis penerbangan dan persewaan pesawat, menurut Kedutaan Besar Kuba.

Meskipun demikian perjalanan wisata masih belum diperkenankan karena ada embargo perdagangan yang diterapkan AS untuk Kuba pada 1960 setelah Fidel Castro memimpin negeri tersebut dalam revolusi komunis dan masih tetap berlaku hingga saat ini.

Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa penerbangan-penerbangan itu diperkirakan akan dimulai kembali tahun ini guna meningkatkan "hubungan orang ke orang di kedua negara".

Menteri Transportasi Anthony Foxx dan Asisten Menlu Charles Rivkin akan bertolak ke Havana untuk melakukan penandatanganan.

Penerbangan komersial yang menghubungkan AS dan Havana diputus sejak 53 tahun yang lalu, namun sejak pertengahan 1970, penerbangan sewa diperkenankan dengan syarat tertentu.

Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa peraturan baru ini akan tetap mengizinkan operasi penerbangan sewa.

AS dan Kuba secara resmi memulihkan hubungan diplomatik pada Juli dan masing-masing negara membuka kembali kedutaan besarnya.



Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuba AS-Kuba

Sumber : ANTARA/AFP

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top