Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PANGKALPINANG BANJIR: Pusat Perekonomian Lumpuh

Pusat perekonomian di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lumpuh total, karena banjir berketinggian dua hingga tiga meter merendam daerah itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Februari 2016  |  15:41 WIB
Polisi pamong praja Kota Padang Panjang menggendong seorang gadis untuk menyeberangi sungai di Jorong Taratak Tinggi Nagari Alam Pauh duo, Kecamatan Pauh duo, Sumatera Barat, selasa (9/2). Warga tertahan selama tiga hari di karenakan jembatan rusak akibat banjir. ANTARA FOTO - Muhammad Arif Pribadi
Polisi pamong praja Kota Padang Panjang menggendong seorang gadis untuk menyeberangi sungai di Jorong Taratak Tinggi Nagari Alam Pauh duo, Kecamatan Pauh duo, Sumatera Barat, selasa (9/2). Warga tertahan selama tiga hari di karenakan jembatan rusak akibat banjir. ANTARA FOTO - Muhammad Arif Pribadi

Kabar24.com, PANGKALPINANG - Pusat perekonomian di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lumpuh total, karena banjir berketinggian dua hingga tiga meter merendam daerah itu.

Berdasarkan pantauan Selasa (9/2/2016)  pagi hingga siang, terlihat di Jalan Sudirman, Ahmad Yani dan Pasar Pembangunan Pangkalpinang yang merupakan pusat perekonomian warga Kota Pangkalpinang, terendam banjir dua hingga tiga meter, sehingga seluruh aktivitas warga terhenti total.

Terlihat seluruh pusat perbelanjaan, perbankan dan usaha lainnya di kawasan itu tutup, karena banjir sudah masuk ke dalam perkantoran dan pusat perbelanjaan itu.

Demikian juga kondisi Pasar Pembangunan Pangkalpinang, terutama di pasar sembako, daging, ikan dan sayur mayur dan kelontongan tidak aktivitas karena banjir merendam kawasan pasar itu.

Hermansyah, salah seorang distributor sembako mengaku menderita kerugian ratusan juta, karena hampir seluruh stok sembako di gudang terendam banjir.

"Kita tidak bisa menyelamatkan stok beras, gula pasir, terigu dan kebutuhan pokok lainnya karena air datang secara tiba-tiba," ujarnya.

Menurut dia, banjir tahun ini merupakan bencana terparah, karena banjir sudah merendam seluruh pusat perekonomian daerah ini.

"Banjir tahun sebelumnya hanya bersifat genangan air dan setengah hari sudah surut, namun musibah kali ini sudah dua hari tidak kunjung surut dengan ketinggian air mencapai dua meter," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangkalpinang

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top