Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KTT IORA: Porsi Perdagangan Regional Perlu Diperbesar

Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) menyepakati peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi antarnegara di kawasan guna mengembangkan pertumbuhan ekonomi Samudera Hindia.
Ilustrasi-Petugas keamanan berada di sekitar Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok./Antara
Ilustrasi-Petugas keamanan berada di sekitar Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok./Antara

Bisnis.com, PADANG--Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) menyepakati peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi antarnegara di kawasan guna mengembangkan pertumbuhan ekonomi Samudera Hindia.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyebutkan kerjasama di bidang perekonomian, terutama menyangkut perdagangan dan investasi, serta kemaritiman menjadi fokus utama pertemuan tersebut.

"Banyak sekali kegiatan yang akan dilakukan dengan memperkuat ekonomi dan kemaritiman dalam mengembangkan kawasan," katanya di Padang, Jumat (23/10/2015).

KTT IORA, imbuhnya, menjadi wadah untuk memperluas kerjasama dan memfasilitasi pengembangan kawasan, sehingga menjadi tujuan investasi dan poros ekonomi dunia di masa mendatang.

Apalagi, potensi kawasan tersebut dengan jumlah penduduk yang mencapai 2,6 miliar merupakan potensi pasar yang amat besar. Bahkan dalam lima tahun terakhir, perdagangan intra kawasan IORA tumbuh berkisar 10% per tahun.

Pertemuan puncak IORA itu juga menyepakati perluasan kerjasama di bidang pariwisata dan kebudayaan, pendidikan dan teknologi, kelautan dan perikanan, serta manajemen penanggulangan bencana.

Retno mengatakan sebagai tuan rumah, Indonesia memfasilitasi lokakarya wisata budaya, mendirikan pusat inovasi bisnis IORA, menawarkan pelatihan diplomat bagi negara-negara anggota, seminar dan simposium untuk menggalang kekuatan kawasan, serta menjadi gugus keamanan regional.Julie Bishop,

Menteri Luar Negeri Australia meminta kerjasama ekonomi yang telah dibangun mesti ditingkatkan untuk mengembangkan kawasan. Termasuk memastikan kawasan tersebut aman dari kejahatan internasional.

"Kejahatan perdagangan narkoba, perdagangan manusia, penangkapan ikan ilegal. Harus ada kolaborasi negara-negara di kawasan Samudera Hindia untuk mengatasinya," kata Bishop.

Meski dinilai memiliki potensi besar, KV Bhagirath, Sekretaris Jenderal IORA mengatakan persoalan utama yang menghambat pengembangan kawasan itu adalah belum maksimalnya konektivitas kawasan.

"Konektivitas menjadi persoalan serius. Bagaimana meningkatkan infrastruktur pelabuhan, bandara, dan meningkatkan perdagangan kawasan Samudera Hindia," ujarnya.

Menurutnya, perlu upaya ekstra meningkatkan infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi yang menghubungkan masing-masing negara di kawasan itu, melalui investasi, kemudahan regulasi, dan menurunkan cost logistic yang mahal.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Heri Faisal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper