Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Timur Tengah: Turki Tak Ingin Berselisih Dengan Rusia

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan negerinya tidak akan berkompromi perihal keamanan perbatasan. Namun, dia juga tidak menginginkan terjadi konflik antara Rusia dengan NATO.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 07 Oktober 2015  |  20:15 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - Reuters
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - Reuters

Kabar24.com, ANKARA - Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan negerinya tidak akan berkompromi perihal keamanan perbatasan. Namun, dia juga tidak menginginkan terjadi konflik antara Rusia dengan NATO.

Hubungan antara Rusia dengan NATO menegang setelah pesawat tempur Rusia memasuki wilayah udara Turki, Sabtu (3/10/2015). Hal tersebut membuat Turki mengerahkan dua jet F-16 untuk menghalau pesawat Rusia.

Duta Besar Rusia untuk Turki juga telah dipanggil 3 kali untuk mempertanggungjawabkan pelanggaran Rusia terhadap wilayah udara Turki.

Sebelumnya, serangan udara Rusia di Suriah berlangsung sejak Rabu (30/9/2015). Namun, agresi tersebut dianggap tidak ditujukan untuk ISIS, melainkan kelompok oposisi Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, "Jika Rusia kehilangan seorang teman seperti Turki, ia akan kehilangan banyak hal. Pasalnya kedua negara memiliki banyak kerjasama," ungkap Erdogan seperti dilansir BBC Rabu (7/10/2015).

Sementara itu, Davutoglu menegaskan Turki tidak akan memberikan konsesi pada kasus pelanggaran wilayah udara Turki oleh jet tempur Rusia.

Namun, pejabat Turki lainnya menunjukkan bahwa Turki menginginkan pejabat militer Rusia menjelaskan tindakan mereka dan memberikan rincian bagaimana Rusia menghindari bentrokan di masa depan.

"Rusia adalah teman, tapi jika serangan terus berulang, kita akan melihat sebagai suatu ancaman dan perilaku yang tidak ramah," kata juru bicara partai AK Omer Celik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis suriah krisis timur tengah

Sumber : BBC

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top