Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS SURIAH: Koalisi AS Desak Rusia Hentikan Serangan Udara

Anggota koalisi militer pimpinan AS untuk melawan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) meminta Rusia untuk menghentikan serangan udara di Suriah.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 02 Oktober 2015  |  19:17 WIB
Pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-27 - Reuters/RAF/MoD/Crown Copyright/Handout
Pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-27 - Reuters/RAF/MoD/Crown Copyright/Handout

Kabar24.com, SURIAH - Anggota koalisi militer pimpinan AS untuk melawan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) meminta Rusia untuk menghentikan serangan udara di Suriah.

AS dan sekutunya menyebutkan Rusia telah menyerang kelompok oposisi Suriah dan warga sipil. Dalam pernyataan bersama AS, Inggris, Turki dan anggota koalisi lainnya mengatakan serangan Rusia hanya akan menimbulkan ekstremisme, seperti dilansir BBC, Jumat (2/10/2015).

Namun, Rusia mengelak hal tersebut dan menegaskan bahwa serangannya itu ditujukan kepada ISIS. Seorang pejabat senior Rusia juga mengatakan serangan dapat berlangsung selama tiga sampai empat bulan.

Kepala Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Rusia, Alexei Pushkov mengatakan, AS hanya berpura-pura menghancurkan ISIS. Pushkov meyakini bahwa gerakan Rusia bakal jauh lebih efektif.

Sebelumnya, Angkatan Udara Rusia memulai serangan udara di Suriah, Rabu (30/9/2015). Militer Suriah mengklaim, Rusia telah melancarkan 18 serangan udara sejak Kamis (1/10/2015) malam waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menyebutkan telah menyerang kamp ISIS di Raqqa pada Kamis (1/10). Sementara itu, aktivis melaporkan bahwa setidaknya 12 militan ISIS tewas.

Serangan di Suriah merupakan keterlibatan pertama militer Rusia di luar Uni Soviet sejak akhir Perang Dingin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis suriah krisis timur tengah

Sumber : BBC

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top