Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPM JATIM: Australia Hobi Investasi Tersier di Jatim

Pemerintah Australia melirik investasi baru bidang industri kreatif di Ibu Kota Jawa Timur, Surabaya. Adapun industri kreatif memuat sektor perfilman, desain dan teknologi informatika (TI).
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 30 September 2015  |  18:48 WIB
Pameran Industri Kreatif - Antara
Pameran Industri Kreatif - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Australia melirik investasi baru bidang industri kreatif di Ibu Kota Jawa Timur, Surabaya. Adapun industri kreatif memuat sektor perfilman, desain dan teknologi informatika (TI).

Dalam kunjungannya ke Surabaya, Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan pihaknya akan fokus pada pengembangan industri kreatif yang dipusatkan di Kota Pahlawan. Menurutnya, langkah investasi di Surabaya sedikit berbeda dengan metode investasi di kota lainnya. Di kawasan lain, Australia menggiatkan kerja sama bisnis di bidang peternakan yaitu sapi dan agribisnis berupa gandum dan gula.

Kepala Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Jawa Timur Diah Wahyu Ermawati menguraikan Australia memang tercatat sebagai negara yang hobi menanamkam modal di sektor tersier di Jawa Timur.

Adapun, investasi tersier meliputi bidang konstruksi dan manfaktur, termasuk industri teknologi. Padahal, lanjutnya, Negeri Kangoroo itu masyhur sebagai penyuplai bahan makanan ke Indonesia dan negara lainnya seperti daging sapi dan gandum. Kendati demikian, BPM mencatat tidak ada investasi primer digelontorkan di Jawa Timur.

Investasi Primer dari Australia berupa pertanian, perkebunan, pangan dan perikanan nihil. Di Jawa Timur, mereka lebih berinvestasi sektor sekunder dan tersier, imbuhnya.

BPM Provinsi Jawa Timur mencatat total investasi tersier Australia di Jawa Timur hingga semester I/2015 senilai US$704 juta. Adapun investasi tersebut terdiri dari 28 perusahaan yang tersebar di Jawa Timur dengan menyerap 1.744 pekerja.

Sementara itu, invetasi sekunder yang berupa mineral non logam seperti pupuk dan karet tercatat US$150 juta. Investasi sekunder asal Australia tersebar di 29 perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1.526 orang.

Dari jumlah total, nilai investasi terkonsentrasi di Surabaya sebesar 33%, terangnya.

Mengutip data BPM, Australia menempati peringkat delapan Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Timur. Adapun nilai investasi total periode Januari-Juni 2015 sebesar US$0,08 juta yang terdiri dari lima proyek yang menyerap 117 pekerja.

Peringkat pertama dan kedua diduduki oleh Malaysia dan Inggris dengan masing-masing invetasi US$4,57 juta dan US$2,95 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi asing australia
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top