Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS TIMUR TENGAH: Rusia Pertimbangkan Serangan Udara ke Wilayah ISIS di Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin mempertimbangkan opsi menggelar serangan udara di Suriah demi mendukung militer Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad dalam pertempuran melawan kelompok milisi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 September 2015  |  14:31 WIB
ISIS - Ilustrasi/www.thedailybeast.com
ISIS - Ilustrasi/www.thedailybeast.com

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Rusia Vladimir Putin mempertimbangkan opsi menggelar serangan udara di Suriah demi mendukung militer Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad dalam pertempuran melawan kelompok milisi.

“Kami sedang memikirkan serangan udara. Kami belum mengesampingkan apa pun. Namun, jika kami melakukannya, (aksi) itu akan menghormati aturan-aturan hukum internasional,” kata Putin di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.

Aturan-aturan itu, kata Putin, mengharuskan adanya permintaan dari pemerintah negara yang wilayahnya dijadikan lokasi serangan atau mandat resolusi Dewan Keamanan PBB. Hal tersebut, menurutnya, tidak dilakukan AS ketika melakoni serangan udara di Suriah.

Kendati sedang mempertimbangkan semua kemungkinan, Putin memastikan tidak akan memobilisasi pasukan darat ke Suriah.

“Dalam konteks pasukan darat…tidak boleh ada keterlibatan Rusia,” katanya sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Selasa (29/9/2015).

Dalam diskusi selama 90 menit dengan Presiden AS Barack Obama, Putin berbeda pandangan mengenai keberadaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Putin mengatakan adalah 'kesalahan besar' jika tidak bekerja sama dengan Al-Assad untuk menghadapi kelompok milisi yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suriah rusia krisis timur tengah

Sumber : bbc.co.uk

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top