Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabut Asap, Setiap Hari Ada 2.000 Warga Riau Terkena ISPA

Setiap hari, sekitar 2.000 warga Riau terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat kabut asap.
Gemal Abdel Nasser P.
Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 25 September 2015  |  16:00 WIB
Sejumlah pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 melakukan aktivitas belajar di dalam ruangan sekolah dengan memakai masker, di Palembang, Sumsel. Selasa (15/9/2015). Untuk menghindari penyakit Infeksi Penyaluran Atas (ISPA) pemerintah propinsi mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. - Antara
Sejumlah pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 melakukan aktivitas belajar di dalam ruangan sekolah dengan memakai masker, di Palembang, Sumsel. Selasa (15/9/2015). Untuk menghindari penyakit Infeksi Penyaluran Atas (ISPA) pemerintah propinsi mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU- Setiap hari, sekitar 2.000 warga Riau terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat kabut asap. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Syafril mengatakan dari penghitungan 29 Juni 2015 hingga 24 September 2015 tercatat 35.000 jiwa terserang ISPA. 

"Dalam seminggu terakhir, 8.000 orang terserang ISPA. Minggu sebelumnya hanya 27.000 orang. Jika dirata-ratakan dari penghitungan 29 Juni, setiap harinya 2.000 jiwa terserang ISPA," katanya, Jumat (25/09/2015). 

Andra Syafril mengatakan ciri-ciri yang dialami penderita ISPA ialah sakit kepala, pusing, sering mengantuk, tenggorokan gatal, batuk-batuk dan demam.

"Jika tanda-tandanya begitu, berarti terkena ISPA. Hal ini sering dialami tanpa sadar," katanya.

Menurut Andra, warga juga banyak yang menanyakan mengenai penggunaan oksigen tambahan. Menurut dia, oksigen tambahan itu dibutuhkan pada kondisi khusus dimana mereka yang punya kondisi khusus seperti penyakit jantung, kemudian asma yang ternyata mengalami gangguan sistem pernafasan. 

“Di sini kita memakai perhitungan yang namanya kosentrasi oksigen dalam darah yang ada batasnya. Apabila di bawah 100 baru diberikan oksigen tambahan. Bisa juga menggunakan oksigen portabale jika diperlukan,” jelasnya.

Andra mengatakan banyak juga masyarakat yang mempertanyakan tentang penggunaan masker. Menurut dia, jika ISPU sudah menunjukan level tidak sehat atau partikulat berada pada angka 100 psi - 200 psi dianjurkan pakai masker bedah atau kain.   

Namun, jika ISPU sudah di atas 200 maka gunakan masker yang memiliki filter atau tipe N95. Hingga kini, alat indeks standar pencemaran udara (ISPU) masih menunjukkan status "Berbahaya". 

Pemerintah Provinsi menggratiskan pengobatan ISPA. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan bantuan sejumlah obat-obatan dan masker yang diantarkan melalui jalur darat. Karena aktivitas penerbangan masih terganggu akibat kabut asap.

Pemerintah Provinsi Riau juga tengah fokus menangani bencana kabut asap. Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menetapkan status Darurat Pencemaran Udara Kabut Asap.

Selain ISPA, ada penyakit lain yang diakibatkan kabut asap , diantaranya pneumonia, meningitis, iritasi kulit dan mata perih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ispa Kabut Asap
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top