PEMAKAMAN ADNAN BUYUNG: Ini Warisan Paling Berharga

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dinilai sebagai salah satu peninggalan penting Adnan Buyung Nasution.
Newswire | 24 September 2015 13:20 WIB
Kerabat menaburkan bunga diatas makam almarhum Adnan Buyung Nasution di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (24/9). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA-- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dinilai sebagai salah satu peninggalan penting Adnan Buyung Nasution.

Pengacara di LBH Bandung, Arip Yogiawan, mengatakan LBH yang dirintis Adnan sejak 1972 merupakan warisan paling berharga bagi bangsa Indonesia.

"Kami para pengabdi bantuan hukum mengucapkan turut berdukacita. Selamat jalan pejuang, bapak, guru, sahabat, dan abang kami semua. Terima kasih untuk semua keringatmu bagi hak asasi manusia serta dedikasimu dalam bantuan hukum dan semangatmu tentang cita-cita keadilan," kata Arip di Bandung, Kamis (24/9/2015).

Menurut dia, pria yang bernama asli Adnan Bahrum Nasution itu telah mendedikasikan ilmu, tenaga, pikiran, dan usahanya untuk kepentingan orang banyak tanpa membedakan golongan, ras, suku, atau agama.

 "Pemikirannya menjadi acuan bagi penegakan hukum di Indonesia, dan beliau memberikan contoh dengan aksi nyata dalam usaha menegakkan hukum yang berkeadilan," ujarnya.

Pengalaman Arip yang paling membekas dengan Adnan Buyung ketika mereka mendampingi kasus penolakan warga terhadap rencana pembangunan hotel di Jalan Rancabentang, Bandung. LBH menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dan akhirnya menang pada Desember 2009.

 "Abang sampai turun aksi ikut rombongan ibu-ibu menari di depan PTUN Bandung," tuturnya.

Suatu ketika saat aksi di Jalan Rancabentang, Adnan—yang gemar bernyanyi—berjoget sambil menyanyikan lagu Cucakrowo bersama warga sambil ngos-ngosan.

 Pada kesempatan lain, Arip melihat sosok Adnan Buyung yang sentimentil.

"Kalau soal nilai-nilai perjuangan LBH, tak jarang abang bicara sampai menitikkan air mata dan bersuara parau," ucapnya.

Sikap Adnan Buyung yang masih jadi pegangan para pegiat di LBH, kata Arip, adalah mengerjakan sesuatu selalu total dan menggunakan hati.

Adnan Buyung Nasution, 81 tahun, meninggal dunia pada Rabu, 23 September 2015, pada pukul 10.15, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mengutip ucapan Adnan soal LBH, kata Arip, lembaga itu harus menjadi kawah candradimuka lahirnya advokat yang mempunyai landasan moral, kemanusiaan, dan etika yang kuat.

Sumber : Tempo

Tag : adnan buyung nasution
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top