UNDP Ganjar Equator Prize untuk Komunitas Dayak Muara Tae

UNDP memberikan penghargaan Equator Prize kepada komunitas adat Muara Tae, Kalimantan Timur terkait dengan upaya warga untuk melindungi dan memulihkan hutan dari proses industrialisasi
Anugerah Perkasa | 24 September 2015 09:45 WIB
UNDP memberikan penghargaan Equator Prize kepada komunitas adat Muara Tae, Kalimantan Timur terkait dengan upaya warga untuk melindungi dan memulihkan hutan dari proses industrialisasi.
Bisnis.com, JAKARTA-- UNDP memberikan penghargaan Equator Prize kepada komunitas adat Muara Tae, Kalimantan Timur terkait dengan upaya warga untuk melindungi dan memulihkan hutan dari  proses industrialisasi.
 
Hal itu disampaikan dalam keterangan bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Forest Watch Indonesia (FWO) dan Environmental Investigation Agency (EIA). Sekjen AMAN Abdon Nababan mengatakan terdapat 4.000 ha yang dipertahankan komunitas adat dayak tersebut dari bisnis pertambangan maupun perkebunan sawit. Equator Prize merupakan penghargaan yang diberikan untuk upaya komunitas yang luar biasa untuk mengurangi kemiskinan, melindungi alam terkait dengan perubahan iklim.
 
"Muara Tae adalah contoh nyata penyelamat hutan yang diperlukan oleh dunia saat ini. Upaya seperti inilah yang harus mendapatkan dukungan dari dunia internasional dan khususnya perlindungan oleh negara," kata Abdon yang dikutip, Kamis (24/9/2015).
 
AMAN mencatat Muara Tae telah kehilangan sebagian besar wilayah adat mereka karena lahan-lahan tersebut dikuasai oleh perusahaan perkebunan, pertambangan dan pengusahaan hutan. Upaya yang dilakukan oleh komunitas adat itu di antaranya adalah menghadang buldozer perusahaan dan seringkali mengalami intimidasi maupun kekerasan.
 
Ketua Masyarakat Adat Muara Tae, Petrus Asuy menyambut baik penghargaan Equator Prize  dan menyatakan bahwa hal itu  adalah bukti bahwa perjuangan masyarakat di sana tidak salah, bahkan menjadi teladan.
 
"Tuduhan bahwa kami menghambat pembangunan ternyata tidak terbukti. Inilah inti dari Penghargaan ini bagi kami di Muara Tae," katanya.
 
Pengkampanye EIA Tomasz Johnson menuturkan banyak pihak yang berpikir bahwa penyebab deforestasi sangat kompleks. Namun, paparnya, masyarakat Muara Tae justru menunjukkan solusi yang sangat sederhana dalam melindungi hutan mereka.
 
Tag : adat
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top