Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDUI Duga Ada Pungutan Liar Dalam Uji Kompetensi Dokter

Tingginya biaya Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi dokter (UKMPPD) diduga karena adanya pungutan liar di masing masing fakultas.n
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 22 September 2015  |  20:22 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Kabar24.com, JAKARTA -- Tingginya biaya Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi dokter (UKMPPD) menduga adanya pungutan liar di masing masing fakultas.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan biaya UKMPPD sebesar Rp1 juta. Namun pada kenyataannya fakultas memungut biaya hingga Rp9 juta untuk setiap uji kompetensi yang dilakukan empat kali dalam satu tahun.

"Satu kali uji kompetensi itu mereka (fakultas) bisa dapat Rp3 miliar. Setiap kampus juga menarik biaya yang berbeda-beda bahkan hingga Rp9 juta," ungkap Ketua Pengurus Pusat PDUI Abraham Andi Padlan Patarai saat dihubungi Bisnis.com, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Biaya yang dinilai tidak sebanding dengan apa yang ditetapkan pemerintah itu dinilai menyalahi aturan. Penyelenggaraan UKMPPD juga dinilai tidak transparan.

"Aturan yang baru ini kan seolah-olah kita digiring untuk wajib mengikuti UKMPPD dengan membayar sejumlah uang. Ini kan sama saja money politik," tandasnya.

Menurut Abraham, UKMPPD hanya salah satu syarat untuk mendapatkan izin praktek. Pada kenyataannya, tidak semua dokter diwajibkan melakukan praktek.

"Kan tidak semua dokter jadi klinisi. Bisa juga mendaftar ke lembaga struktural. Kalau ijazah diberikan setelah UKMPPD yang akan mendaftar jadi pejabat struktural terhambat," jelasnya.

Abraham mengatakan, salah satu standar yang harus dipenuhi oleh suatu negara jika memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah ketahanan dibidang kesehatan.

"Kalau dokternya memble karna diaduk-aduk seperti ini, kita tidak punya ketahanan di bidang itu. Bahkan kita tidak berdaulat. Dokter asing bisa masuk ke kita," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

profesi dokter
Editor : Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top