Setelah Bergabung, PAN Janji Tak Ngemis Jatah Menteri

Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan tidak akan meminta jatah menteri di Kabinet Kerja sebagai salah satu syarat dalam langkahnya bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah.
Lili Sunardi | 02 September 2015 14:41 WIB
Presiden Joko Widodo, Ketum Hanura Wiranto, Ketum PAN Zulkifli Hasan memberi keterangan pers di Istana Merdeka Rabu (2/9/2015). PAN menyatakan bergabung dengan pemerintah dalam menjalankan program pemerintahan. - Bisnis.com/Akhirul Anwar

 

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan tidak akan meminta jatah menteri di Kabinet Kerja sebagai salah satu syarat dalam langkahnya bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah.

Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, mengatakan pihaknya tidak membicarakan kursi menteri dalam Kabinet Kerja dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bergabungnya PAN ke dalam koalisi pendukung pemerintah didasarkan pada upaya untuk membantu melaksanakan seluruh program yang telah dicanangkan.

“PAN mengutamakan politik kebangsaan, jadi sama sekali tidak membicarakan apakah itu menteri, kabinet, dan seterusnya,” katanya di Istana Merdeka, Rabu (2/9/2015).

Zulkifli menuturkan pemerintah memiliki tugas yang berat untuk menyelesaikan persoalan ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan stabilitas politik agar investor kembali percaya dan mau menanamkan modalnya di Indonesia.

Menurutnya, hingga kini PAN belum mengomunikasikan keputusannya untuk bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah kepada Koalisi Merah Putih.

Pasalnya, PAN menilai sudah tidak tepat lagi, apabila partai politik masih terpecah ke dalam Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat.

“Dengan bergabungnya PAN dengan koalisi pendukung pemerintah, maka seluruh program pemerintah yang prorakyat akan menjadi pijakan untuk dilaksanakan seluruh kadernya,” ujarnya.

Sebelumnya, PAN memutuskan untuk bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah agar dapat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional.

Langkah tersebut pun disambut positif Presiden Jokowi, yang meminta momentum tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan semangat kebangsaan.

Tag : partai amanat nasional
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top