Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MAFIA DAGING SAPI: Polisi Temukan 4.000 Ekor Sapi Siap Potong 'Ditimbun'

Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan kepolisian menemukan 4.000 ekor sapi siap potong yang diduga sengaja ditimbun di dua perusahaan di Tangerang, Banten.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 13 Agustus 2015  |  12:48 WIB
MAFIA DAGING SAPI: Polisi Temukan 4.000 Ekor Sapi Siap Potong 'Ditimbun'
Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan kepolisian menemukan 4.000 ekor sapi siap potong yang diduga sengaja ditimbun di dua perusahaan di Tangerang, Banten. - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan kepolisian menemukan empat ribu ekor sapi siap potong yang diduga sengaja ditimbun di dua perusahaan di Tangerang, Banten.

"Tadi malam saya memimpin langsung pengecekan ke dua lokasi penampungan sapi, ditemukan 21.933 ekor sapi. Dari jumlah itu, yang siap potong empat ribu ekor," kata Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

[BACA JUGA: MAFIA DAGING SAPI: Polisi Sambangi Feedloter, Ditemukan Ribuan Sapi Siap Potong Dibiarkan Hidup]

Namun demikian, kata Waseso, ribuan sapi siap potong tersebut tidak dijual karena pemilik beralasan sapinya tidak laku di pasaran.

Pada Rabu (12/8/2015) sore hingga malam, penyidik Bareskrim memeriksa dua lokasi penggemukan sapi di kawasan Tangerang. Operasi tersebut dilakukan sehubungan dengan terjadinya kelangkaan daging hewan tersebut di pasaran.

Usaha penggemukan sapi yang diperiksa tersebut merupakan milik PT Brahman Perkasa Sentosa (BPS)di Jalan Kampung Kelor Nomor 33 Kecamatan Sepatan, Tangerang.

Perusahaan tersebut dimiliki oleh tiga orang yakni BH, PH dan SH.

Lalu perusahaan penggemukan sapi kedua yang dicek yakni PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) yang berlokasi di Tanjung Burung Nomor 33, Desa Kandang Genteng, Teluk Naga, Tangerang.

Dari penelusuran polisi, SH juga pemilik PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM).

Untuk penyelidikan lebih lanjut, polisi memeriksa para pemilik peternakan dan beberapa saksi lainnya.

"Tindakan yang telah kami lakukan memasang garis polisi di lokasi, memeriksa saksi dan mengamankan data atau dokumen terkait keluar masuknya sapi," kata Kasubdit Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol Helmy Santika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi potong harga sapi
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top