Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBMPTN 2015: Bidikmisi Banjir Peminat, Makin Banyak yang Miskin?

Berdasarkan laporan panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015, jumlah peserta Bidikmisi meningkat 12,07%.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 10 Juli 2015  |  10:10 WIB
SBMPTN 2015: Bidikmisi Banjir Peminat, Makin Banyak yang Miskin?
Program Bidikmisi - kemdiknas.go.id

Kabar24.com, JAKARTA-- Berdasarkan laporan panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015, jumlah peserta Bidikmisi meningkat 12,07%.

Persentase itu sebanyak 90.686 peserta, sedangkan tahun sebelumnya 80.919 peserta.

Menurut Ketua Panitia SBMPTN 2015, Rochmat Wahab, banyaknya peminat Bidikmisi, karena biaya kuliah di perguruan tinggi negeri semakin menyusahkan siswa tidak mampu.

Sejak diberlakukannya uang kuliah tunggal (UKT), banyak siswa berprestasi, namun tak mampu sehingga mengurungkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih ringgi. 

"Memang dari awal kebijakan itu saya sudah menduga bahwa UKT itu hanya menguntungkan yang kaya, yang miskin itu sebenarnya terepotkan," tandas Rochmat.

Menurutnya, tak semua pendaftar Bidikmisi diterima. Panitia seleksi memperketat proses seleksi dengan melakukan visitasi langsung kerumah peserta calon mahasiswa.

 "Nanti setelah lolos dari ujian SBMPTN, saat verifikasi di masing – masing PTN akan dilakukan visitasi dan validasi,"ujarnya.

Tahun ini, siswa yang lolos program Bidikmisi melalui SBMPTN sebanyak 21.593 atau 23,38% dari jumlah peserta yang mendaftar.

 Perguruan tinggi yang paling banyak menerima calon mahasiswa Bidikmisi adalah Universitas Khairun Ternate yaitu sebanyak 970 calon mahasiswa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbmptn 2015
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top