Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemda Bali Diminta Tingkatkan Sosialisasi Bahaya Minuman Oplosan

Rektor Universitas Udayana I Made Swastika menyarankan kepada pemda dan pegiat masyarakat meningkatkan sosialisasi resiko minuman oplosan ke kantong-kantong peminum dan produsen minuman keras.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 24 Juni 2015  |  17:43 WIB
Minuman beralkohol - Antara
Minuman beralkohol - Antara

Bisnis.com, DENPASAR -- Rektor Universitas Udayana I Made Swastika menyarankan kepada pemda dan pegiat masyarakat meningkatkan sosialisasi resiko minuman oplosan ke kantong-kantong peminum dan produsen minuman keras.

Menurutnya, ‎sosialisasi penting karena dapat mencegah terjadi kasus keracunan akibat minuman oplosan metanol yang beberapa kali muncul di Bali.
 
‎"Metanol sering jadi penyebab kematian, karena lebih murah dibandingkan dengan wine atau wiski.‎ Karena itu penting sosialisasi agar diketahui pencegahannya," ujarnya dalam workshop pencegahan dan penanggulangan korban oplosan, Rabu (24/6/2015).

Dia menegaskan gerakan sosialisasi dan edukasi ke produsen perlu dibuat menjadi gerakan bersama untuk mencegah kasus korban minuman oplosan.‎ Lebih lanjut disarankan, kantong-kantong produsen minuman seperti Karangasem, dan Buleleng perlu mendapat perhatian lebih.

Selain itu, pemerintah sangat penting mengidentifikasi lokasi-lokasi yang harus mendapatkan skala prioritas edukasi.‎  Edukasi kepada dokter mengenai metode terapi awal bagi korban oplosan juga sangat penting dilakukan.

"Artinya perlu ditingkatkan karena korban masih ada dan kecenderungan korban meningkat, jadinya harus getol dan intensif," tuturnya.

‎Universitas Udayana (Unud), lanjutnya, berencana membuat standard operational procedur (SOP) untuk penanganan korban minuman oplosan. SOP tersebut akan dibagikan ke puskesmas-puskemas yang menjadi kantong peminum atau produsen minuman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Universitas Udayana
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top