Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Abrasi di Riau Sudah Mengkhawatirkan, Ini Dampaknya Buat Indonesia

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau mulai khwatir dengan abrasi pantai yang terjadi pada kawasan pesisir dan pulau-pulau di provinsi itu.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 20 Juni 2015  |  12:19 WIB
Abrasi di Riau Sudah Mengkhawatirkan, Ini Dampaknya Buat Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mulai khwatir dengan abrasi pantai yang terjadi pada kawasan pesisir dan pulau-pulau di provinsi itu.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan pihaknya telah menerima laporan tentang adanya abrasi di kawasan pesisir dan beberapa pulau di wilayahnya.

"Salah satunya yang cukup mengkhawatirkan itu di Pulau Bengkalis, saat meninjau dengan helikopter terlihat jelas ada wilayah yang daratannya sudah terkikis sampai 1 kilometer," katanya, Sabtu (20/6).

Menurut dia, pemerintah pusat perlu memberikan perhatian masalah ini karena menyangkut wilayah negara dan perbatasan dengan negara tetangga.

Bila kondisi seperti ini tidak diantisipasi, pihaknya khawatir akan menganggu stabilitas daerah dan negara, karena berkaitan dengan tapal batas negara yang bakal bergeser.

Selain menyelamatkan wilayah negara, langkah antisipatif seperti membangun tanggul juga akan membantu kelestarian lingkungan sekitar pesisir pulau di wilayah itu.

"Karena daerah pesisir tentu memiliki potensi yang dapat dikembangkan bila dikelola dengan baik dan kondisinya terjaga," katanya.

Adapun selain di Bengkalis, kawasan pesisir lain di Riau yang rawan abrasi adalah wilayah Kabupaten Indragiri Hilir yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau wilayah pesisir abrasi
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top