Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SNMPTN 2015: Universitas Diponegoro Terima 3.581 Mahasiswa

Universitas Diponegoro Semarang menerima sebanyak 3.581 mahasiswa melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 dari total kuota 7.160 mahasiswa.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 13 Mei 2015  |  20:54 WIB

Kabar24.com, JAKARTA - Universitas Diponegoro Semarang menerima sebanyak 3.581 mahasiswa melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 dari total kuota 7.160 mahasiswa.

"Kuota mahasiswa kami melalui SNMPTN atau dulu dikenal dengan jalur undangan memang 50% dari total daya tampung Undip tahun ini," kata Rektor Undip, Yos Johan Utama, Rabu.

Dia  menjelaskan seleksi mahasiswa dari jalur SNMPTN dilakukan dengan berbagai tahapan, seperti tahap administrasi dan verifikasi untuk mencocokkan data yang diberikan oleh siswa yang bersangkutan.

Penerimaan mahasiswa melalui SNMPTN memang dilakukan tanpa tes, melainkan penilaian prestasi siswa di sekolah, salah satunya lewat data nilai rapor setiap semester yang diperoleh siswa.

"Nanti, para pendaftar yang diterima lewat SNMPTN ini akan kami undang pada 9 Juni mendatang dengan membawa berkas yang dibutuhkan. Pengalaman selama ini, tidak ada masalah kevalidan data," katanya.

Pelaksanaan verifikasi pendaftar yang lolos SNMPTN, kata mantan Dekan Fakultas Hukum Undip itu, memang bersamaan dengan pelaksanaan tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015.

Jadi, para pendaftar yang lolos SNMPTN itu sekaligus akan "dikarantina" agar tidak bisa mengikuti SBMPTN, sebab jika mereka kedapatan mengikuti SBMPTN dianggap gugur dalam SNMPTN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

SNMPTN 2015

Sumber : Antara

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top