Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS BENJINA: Bakal Ada 13 Tersangka Baru

Kepala Unit Perdagangan Manusia Bareskrim Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Darmanto mengatakan berdasarkan pengembangan kasus, bakal ada 12 hingga 13 tersangka baru kasus dugaan perdagangan orang di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 13 Mei 2015  |  17:27 WIB
Sejumlah ABK WN Myanmar, Laos dan Kamboja yang bekerja di PT. PBR Benjina tiba di PPN Tual, Maluku, Sabtu (4/4 ). Sebanyak 323 ABK diangkut menuju ke Tual dengan pengawalan KRI Pulau Rengat dan Kapal Pengawas Hiu Macan 004 sambil menunggu proses pemulangan oleh pihak Imigrasi. - Antara
Sejumlah ABK WN Myanmar, Laos dan Kamboja yang bekerja di PT. PBR Benjina tiba di PPN Tual, Maluku, Sabtu (4/4 ). Sebanyak 323 ABK diangkut menuju ke Tual dengan pengawalan KRI Pulau Rengat dan Kapal Pengawas Hiu Macan 004 sambil menunggu proses pemulangan oleh pihak Imigrasi. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Kepala Unit Perdagangan Manusia Bareskrim Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Darmanto mengatakan berdasarkan pengembangan kasus, bakal ada 12 hingga 13 tersangka baru kasus dugaan perdagangan orang di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku.

"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru bertambah, ini pelaku utamanya," katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Hingga saat ini pihaknya telah menetapkan tujuh orang tersangka dari warga negara Indonesia dan Thailand terkait kasus dugaan perdagangan orang tersebut. Para tersangka , kata Ari, sudah ditahan oleh pihak kepolisian setempat. 

Berikut adalah nama-nama tersangka kasus Benjina, Hatsaphon Phaetjakreng (Thailand), nahkoda Kapal Antasena 141. Boonsom Jaika (Thailand), nahkoda Kapal Antasena 311. Surachai Maneephong (Thailand), nahkoda Kapal Antasena 142. 

Somchit Korraneesuk (Thailand), nahkoda Kapal Antasena 309. Yongyut N (Thailand), nahkoda Kapal Antasena 838. Hermanwir Martino, pimpinan PT PBR (Indonesia). Mukhlis Ohoitenan (Indonesia) alias Mukhlis. Yopi (Indonesia).

Seperti diberitakan, wilayah Benjina mendapat sorotan dunia setelah diketahui menjadi tempat perbudakan ABK asal Myanmar. Perbudakan diduga dilakukan oleh kapal eks asing Thailand yang beroperasi di Indonesia, milik PT PBR.

Pada perkembangan berikutnya, kapal juga diduga memiliki permasalahan dokumen terkait Surat Izin Penangkapan. Selain itu saat mencari ikan, kapal diketahui menggunakan alat tangkap trawl yang dilarang oleh pemerintah Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perbudakan Benjina
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top