Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Bareskrim Sita 5 Kapal Milik PT Benjina

Kepala Unit Perdagangan Manusia Bareskrim Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Darmanto, mengatakan pihaknya menyita lima kapal milik PT Pusaka Benjina Resources, karena diduga terkait perbudakan di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 12 Mei 2015  |  06:54 WIB
Bekas luka ABK Benjina - Antara
Bekas luka ABK Benjina - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Kepala Unit Perdagangan Manusia Bareskrim Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Darmanto, mengatakan pihaknya menyita lima kapal milik  PT Pusaka Benjina Resources, karena diduga terkait perbudakan di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku.

Penyitaan lima kapal, ujar Ari, dilakukan  lantaran kapal-kapal tersebut digunakan sebagai sarana mengangkut para anak buah kapal dari luar negeri untuk dipekerjakan di Indonesia, tepatnya Benjina, Maluku. 

"Itu diduga membawa sebagai sarana angkutan memasukan orang dari luar negeri," katanya kepada Bisnis, Senin (11/5/2015) malam.

Adapun soal spesifikasi kapal yang disita, Ari belum mengetahuinya detail.

"Disita kapal milik Benjina, saya belum tahu [spesifikasinya seperti apa]," katanya. 

Sebelumnya dilaporkan,  Benjina menjadi sorotan internasional setelah diketahui menjadi tempat perbudakan terhadap anak buah kapal asal Myanmar oleh kapal eks asing milik Thailand yang beroperasi di Indonesia.

Selain itu, kapal eks asing milik PT PBR itu juga banyak bermasalah perihal dokumen Surat Izin Penangkapan. Dalam menjalankan aksinya, kapal juga diduga menggunakan alat tangkap trawl yang dilarang pemerintah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perbudakan Benjina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top