Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prostitusi Kalibata City Akibat Longgarnya Pengamanan

Longgarnya pengamanan diduga menjadi penyebab terjadinya praktik prostitusi di apartemen Kalibata City.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Mei 2015  |  08:50 WIB
Apartemen Kalibata City - kalibatacity.com
Apartemen Kalibata City - kalibatacity.com

Kabar24.com, JAKARTA- Longgarnya pengamanan diduga menjadi penyebab terjadinya praktik prostitusi di apartemen Kalibata City.

Mereka yang bukan penghuni bisa bebas keluar-masuk kamar tanpa diperiksa oleh petugas keamanan.

“Masalah ini sudah kami sampaikan kepada pengelola, tapi tak pernah ditanggapi,” kata Umi Hanik, perwakilan warga Kalibata City, pada Kamis lalu.

Menurut Umi, sistem keamanan yang diterapkan pengelola tak sesuai dengan kondisi gedung. Dia mencontohkan penggunaan tangga darurat.

“Pintunya hanya diganjal dan tidak ada yang menjaga, sehingga menjadi pintu masuk yang bukan penghuni. Kalau yang masuk orang jahat, bagaimana?” ujarnya.

Citra, 45 tahun, seorang penghuni apartemen, mengaku sudah lama mengetahui adanya praktik prostitusi di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya sering lihat cewek-cewek keluar-masuk dengan bebas, terutama di unit 08AU di Tower Herbras,” kata dia. 

Awalnya, Citra menduga mereka penghuni apartemen. Setelah memperhatikannya dengan saksama, mereka yang keluar-masuk tower itu selalu berbeda. Pekan lalu, polisi menggerebek unit itu. Polisi menyimpulkan bahwa unit tersebut sudah lama dijadikan sebagai tempat pelacuran.

Pernyataan Umi didukung Anggara, penghuni Tower Herbras. Menurut dia, keluar-masuk tower itu hanya bisa diakses dengan kartu khusus. Kartu tersebut hanya dimiliki pemilik dan pengelola.

“Jika ada orang luar bisa bebas keluar-masuk, patut diduga kartu itu bisa diperoleh secara bebas,” kata pria berusia 50 tahun itu.

General Manager Badan Pengelola Apartemen Kalibata City, Evan T. Wallad, memastikan bahwa pemegang kartu adalah pemilik unit apartemen.

“Ketika menyerahkannya, kami lihat dokumen kepemilikan,” kata dia.

Pengelola memang memiliki kartu cadangan yang bisa digunakan dalam kondisi darurat. Namun kartu ini juga tidak bisa sembarangan digunakan.

“Harus jelas untuk apa penggunaannya. Saya harus hati-hati mengeluarkannya,” ujarnya.

Evan mengatakan, meski memegang data semua pemilik, pengelola tak bisa memantau kegiatan mereka, seperti mengajak menginap anggota keluarga.

“Itu sudah ke persoalan privasi,” katanya.

Apalagi jika si pemilik menyewakan unitnya kepada orang lain. Pelacuran di Kalibata City diduga dilakukan oleh penyewa yang menyewakan lagi unit apartemennya kepada orang lain untuk berkencan.

Evan menegaskan, pengelola akan melakukan apa pun, seperti menyelidiki kepemilikan unit dan melaporkannya secara hukum, setelah polisi membongkar kasus pelacuran di apartemennya.

“Kami sudah melakukan langkah pencegahan,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen kalibata city prostitusi

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top