Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saat Eksekusi, 8 Terpidana Tak Pakai Penutup Mata Nyanyikan Amazing Grace

Saat pelaksanaan eksekusi mati, Rabu dini hari, 8 terpidana memilih tidak memakai penutup mata dan bersama-sama menyanyikan lagu Amazing Grace.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2015  |  11:47 WIB
Pemakaman Raheem Agbaje Salami, salah satu terpidana mati yang dieksekusi Rabu (29/4) dini hari. - Antara
Pemakaman Raheem Agbaje Salami, salah satu terpidana mati yang dieksekusi Rabu (29/4) dini hari. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA- Saat pelaksanaan eksekusi mati, Rabu (29/4/2015) dini hari, 8 terpidana memilih tidak memakai penutup mata dan bersama-sama menyanyikan lagu Amazing Grace.

Pastor Charlie Burrows, penasihat rohani terpidana mati asal Brasil, Rodrigo Muxfeldt Gularte, yang bergabung dengan anggota keluarga di tenda dekat lapangan di Nusakambangan, tempat eksekusi berlangsung, mengisahkan sebuah kejadian yang mengharukan sesaat sebelum para tahanan dieksekusi.

Pastor Burrows mengatakan bahwa kedelapan terpidana menolak diborgol sehingga memungkinkan mereka bisa berjabat tangan dengan para sipir LP Nusakambangan yang telah berkumpul di luar. Lalu, saat akan dieksekusi, mereka semua juga menolak mengenakan penutup mata agar mereka dapat tetap menatap regu tembak.

"Mereka mungkin melihat para regu tembak itu dalam keadaan sangat gelap, karena saat itu sudah malam (dini hari)," kata Burrows, dilansir Reuters.

Pastor menambahkan, para penembak itu hanya memiliki senter yang diarahkan ke tahanan dan ketika rohaniwan akan melihat jasad mereka, mereka sampai terantuk pada batu saking gelapnya.

Selain menolak mata mereka ditutup, menurut Pastor Burrows, terdengar suara nyanyian beberapa saat sebelum kedelapan terpidana mati itu dieksekusi. Namun, Pastor Burrows tidak menjelaskan nyanyian apa dan siapa yang menyanyikan.

"Kami mendengar suara orang yang bernyanyi sebelum terdengar bunyi tembakan," kata Pastor Burrows.

Diduga nyanyian itu berasal dari kedelapan terpidana yang dieksekusi. Karena sebelum itu, ketika akan diarak ke tempat eksekusi, mereka sempat berkumpul bersama keluarga dan penasihat rohani untuk menyanyikan lagu Amazing Grace.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Eksekusi Mati

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top