Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KBRI Di Yaman Dibom, Dua Terluka

Kedutaan Besar RI (KBRI) di Sana'a, Yaman, terkena bom yang mengakibatkan dua orang luka ringan, menurut informasi yang dihimpun Antara dari sumber di pemerintahan, Senin (20/4/2015).
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 20 April 2015  |  16:48 WIB
Para pendukung Houthi mengangkat senjata mereka sambil meneriakkan protes menentang serangan udara dari Pemerintah Arab Saudi di Ibu Kota Yaman, Sanaa, Jumat (10/4/2015) - Reuters
Para pendukung Houthi mengangkat senjata mereka sambil meneriakkan protes menentang serangan udara dari Pemerintah Arab Saudi di Ibu Kota Yaman, Sanaa, Jumat (10/4/2015) - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kedutaan Besar RI (KBRI) di Sana'a, Yaman, terkena bom yang mengakibatkan dua orang luka ringan, menurut informasi yang dihimpun Antara dari sumber di pemerintahan, Senin (20/4/2015).

Sementara itu beberapa staf KBRI menyelamatkan diri di kediaman Duta Besar RI di Sana'a. Bom itu disebutkan menghancurkan sekitar 90 persen gedung KBRI.

Sebelumnya, Kelompok Syiah Yaman, Al-Houthi, pada Ahad (19/4) mengecam operasi militer pimpinan Arab Saudi dan berikrar akan melakukan tindakan yang lebih keras guna menghadapi pasukan koalisi dan petempur suku Sunni.

Pemimpin kelompok tersebut Abdul Malik Al-Houthi mengecam Arab Saudi karena mencampuri urusan dalam negeri Yaman, dan mengatakan, "Kami dapat memutuskan politik kami, membentuk pemerintah kami." Itu adalah pidato pertama yang ditayangkan televisi sejak 26 Maret, ketika Arab Saudi memulai serangan udara di Yaman yang telah menghancurkan banyak kamp militer yang dikuasai oleh petempur Al-Houthi.

Ia tidak mengungkapkan di mana ia berbicara. Namun beberapa sumber militer mengatakan pemimpin Al-Houthi tersebut bersembunyi di wilayah pegunungan di Provinsi Saada di Yaman Utara, yang berbatasan dengan tetangganya yang kaya akan minyak.

"Kami menguasai lembaga pemerintah untuk melindunginya dari Al-Qaida ... mereka meminta kami mundur dari kementerian dan dari provinsi di selatan untuk mengizinkan Al-Qaida menguasainya ... dan itu takkan terjadi," kata Abdul Malik Al-Houthi, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang.

Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang kini hidup di pengasingan, pekan lalu di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, mengangkat Perdana Menteri Khaled Bahah sebagai Wakil Presiden pekan lalu. Bahah mengatakan perundingan yang melibatkan semua partai politik di Yaman takkan diadakan sampai Hadi kembali ke Aden dan senjata anggota Al-Houthi dilucuti.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yaman

Sumber : Antara

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top