Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabur dari Rumah, Mario 'Penyusup Pesawat Garuda' Tinggalkan Surat

Mario Steven Ambarita, 21, pelaku penyusup pesawat Garuda Indonesia atau tersangka kasus kejahatan penerbangan itu kembali membuat ulah dengan kabur dari rumahnya.
Gemal Abdel Nasser P.
Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 18 April 2015  |  17:58 WIB
Mario Ambarita - Antara
Mario Ambarita - Antara

Kabar24.com, PEKANBARU-- Mario Steven Ambarita, 21, pelaku penyusup pesawat Garuda Indonesia atau tersangka kasus kejahatan penerbangan itu kembali membuat ulah dengan kabur dari rumahnya.

Ibu kandung Mario Tiar Sitanggang melalui Tim Kuasa Hukum Mario Hermansyah Rahim mengatakan bahwa tersangka pergi dari rumahnya di Bagan Sinembah, Rokan Hilir (Rohil), Riau dan meninggalkan sepucuk surat. Mario meninggalkan rumah Sabtu (18/4/2015) dini hari.

"Dalam surat yang ditinggalkan, Mario mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya. Alasan kepergian, yang ditulis Mario dalam surat itu, untuk mengubah kehidupan lebih baik lagi. Namun, dia tidak menuliskan ke mana tujuannya," ujar Hermansyah.

Belum jelas apa penyebab Mario melarikan diri. Tidak menutup kemungkinan, Mario lari dari sangkaan hukum yang dia terima atau bahkan kembali membuat ulah yang menggemparkan.

"Dalam surat, Mario juga mengaku bangga dengan ayah dan mamanya. Mario mendoakan agar keluarganya selalu sehat dan panjang umur," sambungnya.

Sebelumnya, Mario Steven Ambarita berhasil menyusup ke pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA117 di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Mario tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta setelah lebh satu jam menyusup di roda pesawat.

Mario yang dikenal aktif dan berwawasan luas ini mengaku ingin bertemu dengan sang idola Presiden Joko Widodo. Insiden Mario juga membuat pihak PT. Angkasa Pura II kerepotan. PT. AP II terpaksa merotasi jabatan General Maneger Bandara SSK II.

Karena membahayakan, Mario dijerat PPNS Kemenhub ke Tindak Pidana Penerbangan Undang-undang nomor 1 tahun 1999 dengan ancaman satu tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Tersangka tidak ditahan, namun tersangka tak ingin pulang ke rumah dan membuat surat pernyataan.

"Itu urusan pribadi saya," kata Mario. Akhirnya, Mario dipulangkan dan beberapa hari tinggal di rumah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mario Penyusup Ban Garuda
Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top