Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bareskrim Ungkap Pembobol Nasabah Internet Banking Rekrut Kurir Indonesia

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Victor Edi Simanjuntak mengungkapkan pelaku pencurian uang nasabah Iinternet banking dengan malicious software, menggunakan kurir warga negara Indonesia.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 13 April 2015  |  21:10 WIB
Pembobolan Bank via Internet - Ilustrasi/forumnasabah.com
Pembobolan Bank via Internet - Ilustrasi/forumnasabah.com

Kabar24.com, JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Victor Edi Simanjuntak mengungkapkan pelaku pencurian uang nasabah internet banking dengan malicious software, menggunakan kurir warga negara Indonesia.

Dia menuturkan pelaku merupakan warga negara asing dari berbagai negara. Mereka mencari kurir secara acak dengan mengamati, mengajak bertemu serta membuka obrolan untuk mengajak kerja sama bisnis.

“Dia [pelaku] amati, bertemu ngobrol ada tiga kali secara random,” katan Victor di Bareskrim Polri, Senin (13/4/2015).

Pelaku membuka rekening di Indonesia serta menggunakan jasa kurir itu untuk mentransfer uang hasil curian ke rekening di Ukraina. Sedangkan kurir tidak menyadari bahwa uang itu hasil curian, karena pelaku beralasan uang hasil bisnis.

"Kurirnya gak sadar. Pelaku beralasan bisnis di bidang bermacam-macam jual beli kayu, jasa pengiriman barang, mesin dan lain-lain" kata Victor.

Victor mengatakan kurir diberi imbalan sebesar 10% dari tiap uang yang ditransfer ke rekening pelaku di Ukraina. Dengan keuntungan rata-rata yang didapat sebesar Rp11 juta per bulan.

“Bersedia memperoleh 10%. Sisanya dikirim ke Ukraina. Pelaku di Ukraina bukan di indonesia. Nominalnya besar Rp15 juta-Rp20 juta uang yang masuk ke rekening kurir.”

Dia mengatakan terkait kasus ini terdapat 50 orang yang berperan sebagai kurir, namun belum dilakukan pemeriksaan karena berada di berbagai daerah. Kurir, kata Victor, bekerja secara sendiri-sendiri.

“Baru enam kurir yang diperiksa. Sebagian belum diperiksa karena sebagian ada di Papua dan Nusa Tenggara Timur,” katanya. 

Pihaknya mengatakan kurir belum dapat dijerat lantaran tidak menyadari bahwa mereka dijadikan perantara mengirimkan uang hasil curian.

Sementara itu, pelaku belum dapat ditangkap mengingat posisinya berada di luar negeri. “Kita akan kerjasama dengan interpol,”katanya.

Terkait kasus ini, pihaknya mendapat laporan dari bank mengenai adanya pencurian uang nasabaha Internet banking beberapa bulan terakhir. Dia menduga praktik pencurian uang ini masih berlangsung dan tak sedikit yang menjadi korban.

“Ini berdasarkan laporan dari bank,” katanya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet banking
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top